Cegah Corona, KKP Kampanyekan Makan Ikan Guna Jaga Imun Tubuh

Nurcholis Ma - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 17:35 WIB
ikan
Foto: shutterstock
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di tengah pandemi virus Corona/Coronavirus Disease-19 (Covid-19). Kampanye ini sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 karena mengonsumsi ikan sangat baik untuk daya tahan tubuh atau imunitas.

Koordinator Penasehat Menteri KKP Rokhmin Dahuri menjelaskan dengan rutin mengonsumsi ikan berarti membuat daya tahan tubuh meningkat. Tubuh yang prima, tentunya tidak mudah terserang penyakit termasuk virus Corona.

Diungkapkannya, nutrisi pada ikan memang dibutuhkan oleh tubuh. Ikan mengandung protein tinggi, lemak omega 3, asam lemak tak jenuh, vitamin A, D, B6, dan B12, serta mineral yang semuanya baik untuk daya tahan tubuh.

"Ini salah satu upaya karena makan ikan bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Makan ikan itu menyehatkan dan buat tubuh kita kuat," ujar Rokhmin dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2020).

Rokhmin mengatakan untuk mendapatkan manfaat terbaik, masyarakat diimbau untuk memasak ikan dengan cara yang baik dan bersih. Ia juga mengajak masyarakat melengkapi konsumsi ikan dengan sayur dan buah.

Menurutnya, meski sampai saat ini belum ditemukan vaksin Covid-19, ajakan makan ikan menjadi sebagai langkah antisipasi penularan. Ia juga mengatakan KKP akan terus mengampanyekan Gemarikan ke berbagai daerah di Indonesia. Tujuan lain yang tak kalah penting, kampanye Gemarikan untuk membantu tumbuh kembang anak menjadi cerdas dan sehat.

Rokhmin menambahkan, KKP juga aktif menjaga kualitas ikan sebelum sampai ke tengah masyarakat. Untuk memastikan ikan yang masuk tidak terpapar virus, KKP melakukan deteksi menggunakan alat pendeteksi modern.

"Kami punya alat deteksi virus canggih. Dipastikan konsumsi ikan bebas virus corona," ujar Rokhmin.

Lebih lanjut Rokhmin menjelaskan angka masyarakat sadar makan ikan cenderung naik setiap tahunnya. Tahun lalu jumlahnya mencapai 54,45 kilogram per kapita, sedangkan tahun 2018 sebanyak 50,9 kilogram per kapita. KKP menargetkan tingkat konsumsi ikan naik menjadi 56,39 kilogram per kapita di tahun ini.

(mul/ega)