Jejak Stadion BMW: Groundbreaking oleh Jokowi, Menang di Kasasi

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 15:09 WIB
Kondisi terkini Stadion BMW. Hingga saat ini progres pembangunan stadion untuk markas Persija itu masih dalam proses meratakan tanah.
Lokasi pembangunan Stadion BMW. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pada pertengahan 2014, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) nekat melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Jakarta International Stadion (JIS) meski masih menyimpan sengketa dengan PT Buana Permata Hijau (BPH). Setelah bertarung di pengadilan, BPH akhirnya harus mengakui kekalahannya.

Selaku gubernur kala itu, Jokowi menginginkan sebuah stadion sepakbola berskala internasional. Sebab, Jakarta tidak punya lagi stadion olahraga setelah GOR Lebakbulus disulap jadi proyek MRT.

Lalu dipilihlah lokasi di bekas Taman BMW di Jakarta Utara. Akhirnya, pada 28 Mei 2014, Jokowi melakukan peletakan batu pertama di lahan Taman BMW, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 09.00 WIB.

"Kita ini kan ada Persija dan Persitara. Jadi ini untuk markas klub-klub sepakbola yang ada di Jakarta. Ada Persija, Persitara, dan lainnya," kata Jokowi kala itu.

Lahan seluas 12,5 hektare itu merupakan bekas rawa. Pembangunan stadion ini juga sebagai pengganti Stadion Lebak Bulus, yang kini dijadikan sebagai depo mass rapid transit (MRT).

Jokowi menegaskan saat ini lahan tersebut sudah tidak ada sengketa. Namun, jika ada warga yang merasa dirugikan, Jokowi mempersilakan untuk melakukan gugatan ke pengadilan.

"Ini sudah berapa tahun sengketa, 14 tahun dan ini sudah kita rampungkan. Kalau ada yang gugat, silakan. Tapi, kalau sudah jadi sertifikat, ini artinya status hukumnya jelas," ujarnya.

"Kalau yang di sini (12,5 hektare) sudah rampung. Yang masih ada gugatan itu yang di luar ini. Silakan gugat, tapi kalau sudah di pengadilan, ya datang kalau diundang. Ini masa sudah diundang tiga kali oleh pengadilan nggak datang. Ya datang dong, sehingga pengadilan bisa segera memutuskan," tambahnya.

"Pembangunan ini 2 tahun rampung. Dananya Rp 1,2 triliun untuk satu stadion utama dan dua lapangan latihan. Kapasitasnya 50 ribu penonton, tapi modern dan sangat bagus," tambahnya lagi.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2