Ahok: RS Pertamina Jaya Khusus Tangani Pasien Corona

Rolando Fransiscus Sihombing, Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 11:56 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat di temui di kantornya Balai Kota, Jakarta Kamis (06/11/2014). Ahok
Basuki Tjahaja Purnama (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan saat ini BUMN juga ikut membantu menangani virus Corona. RS Pertamina Jaya, Jakarta Pusat, menjadi salah satu rumah sakit khusus penanganan Corona.

"RS Pertamina Jaya jadi rumah sakit khusus penanganan COVID-19," kata Ahok dalam cuitannya di akun Twitter-nya, Rabu (18/3/2020).

Ahok meminta masyarakat memperkuat sistem kekebalan tubuh, melaksanakan pola hidup sehat, serta mengkonsumsi makanan sehat.

"Mari kita memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan hidup lebih sehat, makan makanan bergizi, serta istirahat yang cukup. #CegahTangkalCorona," ujar Ahok.

Dalam poster yang ada di posting-annya itu dijelaskan, Direktur SDM Pertamina Koeshartanto mengatakan Pertamina siap mendukung upaya pemerintah untuk penanganan kasus COVID-19, baik secara internal maupun eksternal, melalui jaringan bisnis yang dimilikinya.

Adapun persiapan Rumah Sakit Pertamina Jaya dalam menghadapi pasien pengidap Corona nantinya akan menyiapkan fasilitas dan infrastruktur rumah sakit, menyiapkan dokter dan perawat yang terlatih, serta melakukan edukasi untuk pencegahan penyebaran virus COVID-19.

Sebanyak 65 RS BUMN yang berada di naungan Indonesia Healthcare Corporation (IHC) siap membantu penanganan COVID-19. Total kapasitas yang dimiliki RS BUMN terdiri atas 155 tempat tidur dan 66 ruang observasi.

Sebelumnya, juru bicara pemerintah terkait penanganan Corona dr Achmad Yurianto mengatakan ada tambahan lebih dari 200 rumah sakit dari TNI-Polri, BUMN, hingga swasta. Bahkan salah satu RS akan mendedikasikan semua kamar untuk pasien Corona.

"Swasta, salah satu Pertamina Jaya, mendedikasikan seluruh tempat tidurnya untuk kasus COVID-19," ujar Yuri.



Memahami Lockdown dan Pembatasan Sosial:

[Gambas:Video 20detik]



(yld/zul)