Round-Up

Permintaan Maaf Kapolda Sultra soal Data TKA China

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 05:47 WIB
Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam
Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam (tengah). (Foto: Sitti Harlina/detikcom)
Kendari -

Kedatangan tenaga kerja asing (TKA) asal China bikin heboh Sulawesi Tenggara (Sultra). Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam sampai-sampai minta maaf karena ada perbedaan data.

Mulanya, kehebohan ini berawal dari video yang viral di media sosial. Total 49 TKA China itu tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Brigjen Merdisyam pada Minggu (15/3/2020) membenarkan kedatangan WNA tersebut. Merdisyam menyebut mereka merupakan tenaga kerja asing dari perusahaan tambang.

"Kami sudah lakukan pengecekan langsung, iya benar mereka (TKA) dari perusahaan smelter yang ada di Sultra," katanya saat dikonfirmasi detikcom.

Merdisyam menyebut puluhan TKA itu bukan dari China, melainkan dari Jakarta. Merdisyam mengatakan mereka dari Jakarta dalam rangka memperpanjang visa.

"Mereka kembali dari memperpanjang visa di Jakarta," ujarnya.

China diketahui merupakan negara asal virus Corona dan inilah yang bikin heboh. Memberi ketenangan, Merdisyam memastikan para TKA tersebut aman dari virus corona.

Ternyata, apa yang disampaikan Kapolda Sultra berbeda dari pihak Imigrasi.

Rombongan TKA China yang diviralkan positif virus Corona ternyata masuk Indonesia dari Thailand, tak seperti yang dijelaskan polisi. Mereka awalnya terbang dari China ke Thailand, dikarantina, lalu terbang ke Jakarta.

Sebanyak 49 TKA China itu berasal dari wilayah Henan. Pada 29 Februari, mereka tiba di Thailand. Mereka dikarantina di Negeri Gajah Putih hingga 15 Maret 2020, lalu mendapat sertifikat sehat.

Copot Kapolda Sultra Trending di Medsos, Kapolda: Saya Fokus Penanganan Corona:

Selanjutnya
Halaman
1 2