Round Up

Anies Kena Kritik Gegara Warga Menumpuk di Transportasi Publik

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 17 Mar 2020 06:14 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri penandatanganan kontrak untuk melanjutkan pembangunan proyek jalur MRT dari Bundaran HI menuju Harmoni.
Gubernur DKI Anies Baswedan (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk mengubah jadwal operasional bus TransJakarta, MRT, dan LRT dengan mempersingkat waktu layanan untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Keputusan itu menimbulkan sejumlah permasalahan di lapangan, tak hanya itu, keputusan Anies pun menuai kritik dari sejumlah pihak.

Anies mengumumkan jadwal operasional bus TransJakarta, MRT, dan LRT dipersingkat pada Minggu (15/3/2020). Tak hanya itu, rute operasional TransJakarta juga dipotong untuk mengurangi interaksi publik.

"TransJakarta yang saat ini melayani 248 rute akan dikurangi secara signifikan hanya 13 rute. Hanya 13 rute yang beroperasi. TJ yang semula 24 jam, jadi jam 6 pagi sampai jam 6 sore," ujar Anies dalam jumpa pers di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat.

Selain itu, jadwal keberangkatan MRT juga diubah. Anies mengatakan MRT akan berangkat setiap 20 menit.

"Jadi jadwal MRT, misalnya, semula keberangkatannya tiap 5 menit dan 10 menit, sekarang akan diubah mulai besok jadi tiap 20 menit. Rangkaian MRT yang setiap hari beroperasi tiap 16 rangkaian, tinggal 4 rangkaian. Waktunya yang semula jam 5 pagi sampai jam 24 00, sekarang hanya jam 6 pagi sampai jam 6 sore," tuturnya.

Pada penerapannya, Stasiun MRT Fatmawati terjadi antrian panjang pada Senin (16/3/2020) pagi. Antrian penumpang terjadi saat memasuki pintu masuk stasiun. Sebab jadwal operasional MRT dipersingkat sesuai perintah Gubernur DKI Anies Baswedan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3