Round-Up

Ganjil-Genap Tiada Demi Corona Tak Makin 'Berkuasa'

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 09:31 WIB
Pemberlakuan sistem ganjil genap di sejumlah jalur protokol di Jakarta diharapkan dapat mengurai kemacetan. Berhasilkah penerapan sistem ganjil genap tersebut?
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah provinsi DKI Jakarta melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus Corona. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kali ini menghentikan sementara pemberlakuan ganjil genap.

Anies mengatakan, langkah ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran Corona. Transportasi umum menurutnya riskan penularan. Penghapusan ganjil genap bisa memperluas opsi kendaraan bagi masyarakat.

"Saat ini potensi penularan di kendaraan umum cukup tinggi. Karena itu, kita akan menghapuskan sementara kebijakan ganjil-genap di seluruh kawasan Jakarta sehingga masyarakat bisa memilih moda transportasi yang lebih minim risiko penularan," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2020).

Pencabutan sistem tersebut bersifat sementara. Berbeda dengan kebijakan Anies untuk mencegah penularan Corona yang lain seperti meniadakan car free day, penutupan tempat hiburan yang berlaku selama 2 pekan.

Tak ada ganjil genap, kata Anies, dilakukan secara situasional dimulai Senin (16/3/2020).

Tonton juga Jakarta Tak Perlu Lockdown Jika Warga Taat Anjuran :