Perangi Corona, Pemprov Bali Lakukan Penyemprotan Massal

Angga Riza - detikNews
Minggu, 15 Mar 2020 13:35 WIB
Perangi Corona, Pemprov Bali Lakukan Penyemprotan Massal
Foto: Angga Riza/detikcom
Jakarta -

Untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19, Pemprov Bali melakukan penyemprotan disinfektan massal di sejumlah area. Beberapa titik penyemprotan disinfektan di antaranya wilayah wisata.

"Hari ini sebenarnya bukan yang pertama, minggu lalu kami dari pemerintah Provinsi Bali dengan beberapa stakeholder pariwisata juga sudah melakukan, tapi masih dalam jumlah yang sangat terbatas. Pada waktu itu sudah melakukan di beberapa tempat di Nusa Dua dan penyeberangan yang di matahari terbit, hari ini kita kembangkan lagi di beberapa titik, bahkan hari ini juga serentak di seluruh Bali, baik pemerintah Kabupaten/Kota maupun oleh industri-industri yang ada di Kabupaten/Kota seluruh Bali ya," kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati kepada wartawan, Minggu (15/3/2020), di Griya Santrian, Bali.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didampingi Sekretaris Daerah Bali (Sekda) Dewa Made Indra. Penyemprotan disinfektan dilakukan untuk memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat Bali dan wisatawan yang berkunjung ke Bali. Selain itu, untuk mengedukasi masyarakat agar selalu membersihkan lingkungan sekitar.

"Tujuannya adalah, pertama, tentu kita ingin menjaga Bali ini tetap sehat kemudian yang kedua paling penting adalah bagaimana kita memberikan rasa nyaman dan edukasi mensosialisasi kepada masyarakat kita bahwa hal hal seperti ini bisa mereka tindak lanjuti. Kita di Bali bisa dikatakan tidak ada karena kalaupun ada itu adalah imported case memang sudah dari luar sakit dan emang ada beberapa," ungkap Cok Ace.

Sementara itu, disinfektan ini disemprotkan di tempat yang sangat sering digunakan atau dipegang oleh wisatawan ataupun masyarakat. Masyarakat diminta juga memerangi virus Corona atau COVID-19 dengan menjaga kesehatan dan membersihkan lingkungan.

"Kegiatan saat ini memang lebih kepada mengedukasi kepada masyarakat bahwa hal-hal seperti ini diperlukan kita bisa lihat nanti hasil dari pada beberapa case yang ada di Bali salah satu yang kita sampaikan meninggal gara-gara itu kita melihat hubungan yang intens dengan suaminya kemudian orang-orang yang ada di Bali ada sekitar 23 dan kita pantau dan hasilnya semua negatif. Artinya, kalau masyarakat bisa menjaga lingkungan bisa menjaga kesehatan dirinya, maka kita bisa terhindar dari risiko yang lebih besar intinya itu," ujar Cok Ace.

Kawasan Kota Tua yang Tak Lagi Ramai karena Virus Corona:

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)