Arti Lockdown, Beda dengan Karantina dan Isolasi Nggak Sih?

Puti Yasmin - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 14:09 WIB
Wuhan di Provinsi Hubei merupakan kota yang menjadi pusat penyebaran virus corona. Hingga kini kota tersebut masih dikunci akibat virus yang menewaskan 2.364 jiwa di seluruh dunia.
Lockdown Artinya/Foto: AP Photo
Jakarta -

Beberapa negara telah menerapkan kebijakan lockdown, seperti Italia, Mongolia, dan Filipina. Hal itu dilakukan guna mengurangi penyebaran kasus virus corona atau COVID-19 di negara mereka.

Virus corona sendiri mulai muncul pada Desember 2019 lalu di China dan mulai menyebar ke seluruh dunia. Pemerintah China sebelumnya telah melakukan lockdown di kota Wuhan atau tempat pertama kali virus tersebut muncul.

Lantas, lockdown artinya apa?

Berdasarkan kamus Bahasa Inggris, lockdown artinya kuncian. Maksudnya, negara yang terinfeksi virus corona mengunci akses masuk dan keluar sebagai pengamanan ketat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Lockdown juga dilakukan dengan larangan mengadakan pertemuan yang melibatkan banyak orang, penutupan sekolah, hingga tempat-tempat umum. Dengan begitu, risiko penularan virus corona pada masyarakat di luar wilayah lockdown bisa berkurang.

Apa bedanya lockdown dengan karantina dan isolasi?

Lockdown memiliki arti yang sama dengan isolasi. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, isolasi berarti pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dari manusia yang lain.

Sedangkan, karantina merupakan tempat penampungan yang lokasinya terpencil guna mencegah terjadinya penularan (pengaruh dan sebagainya) penyakit dan sebagainya. Hal itu, seperti yang dilakukan pemerintah Indonesia ketika memulangkan WNI dari Wuhan China.

WNI dari China tersebut dikarantina selama 2 minggu di Natuna, Kepulauan Riau. Selama karantina, para WNI diawasi ketat kesehatannya serta diberikan vitamin serta gizi untuk daya tahan tubuhnya.

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia belum berencana untuk melakukan lockdown seperti di negara-negara lain. Sebab, pemerintah menilai cara tersebut memiliki risiko yang tinggi, seperti meningkatnya jumlah kasus virus corona.

"Meski konsekuensinya dengan lockdown bisa saja kasus di situ naik dengan cepat. Pengalaman kapal Diamond Princess begitu lockdown, naik dengan cepat jumlahnya karena nggak bisa ke mana-mana. Yang sakit dan nggak sakit campur jadi satu," jelas juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona, Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan, Kamis (12/3/2020).

(pay/pay)