Tanggapi Rencana Kenaikan Retribusi TIM, Seniman Minta Sewa Gratis

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 08:55 WIB
Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (Matius Alfons/detikcom)
Foto: Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (TIM) mengomentari soal rencana kenaikan harga sewa gedung di TIM, Cikini, Jakarta Pusat. Pimpinan Forum Seniman Peduli TIM, Radhar Panca, menilai seharusnya seniman mendapat keringanan dalam penggunaan gedung.

"Teman TIM sudah punya deal dengan gubernur (Anies Baswedan) bagaimana seniman harus menggunakan gedung itu. Harus gratis, bukan komersial," ucap Panca kepada saat dihubungi, Kamis (12/3/2020).

Menurut Panca, salah jika Anies membandingkan harga sewa TIM dengan sewa gedung di sekitar Cikini. TIM, menurut Panca, seharusnya tidak boleh dikomersilkan.

"Yang di TIM tidak bisa diperbandingkan, samakan, atau diposisikan sama degan bangunan luar. Kenapa? di luar itu dibiayai swasta, gedung bagus dan mahal sekali, wajar kalau sewa mahal. Kalau di TIM dibangun oleh uang rakyat, tak pantas dikomersilkan," ucap Panca.

Menurutnya, sebaiknya TIM menjadi lokasi pengembangan budaya. Hal itu sesuai dengan konsep sebagai pusat kesenian di Jakarta.

"TIM itu bagian dari moral, kultural untuk membangun manusia, karakter peradaban, jangan dihitung sebagai cost. Kebudayaan berkembang, manusia sebagai integritas, itu kan tugasnya TIM," kata Panca.

Simak video Formula E Ditunda, Bagaimana Nasib Commitment Fee Rp 360 M?:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2