Gerayangi Bawahan di Ruang Kerja, Anggota KPU di Sultra Dipecat!

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 17:53 WIB
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) gelar sidang putusan pelanggaran etik Komisioner KPU Wahyu Setiawan. DKPP mencopot Wahyu Setiawan dari jabatannya.
Sidang DKPP (ari/detikcom)
Jakarta -

Anggota KPU Konawe Utara, Sulawesi Utara (Sultra), Zul Juliska Praja dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sebab, Zul menggerayangi bawahannya bahkan menjadikan selingkuhan hingga kerap tidur seranjang.

Bawahan Zul sehari-hari merupakan staf Sekretariat KPU Konawe Utara. Dalam putusan DKPP, kasus pelecehan seksual itu terjadi pada Oktober 2019, saat Zul memanggil bawahannya ke ruang kerja. Kala itu, Zul meminta dibuatkan minum kopi.

Setelah korban mengantarkan kopi, Zul menutup pintu. Zul kemudian melakukan aksinya dengan menggerayangi tubuh korban. Perbuatan itu disebut dilakukan berulang.

Dengan posisi Zul sebagai atasan, korban tidak kuasa menolak berbagai bujuk rayu. Zul juga disebut berbusa-busa menyapa korban di WhatsApp layaknya orang pacaran.

Korban luluh dan kemudian diajak menginap di hotel. Zul memperlakukan korban layaknya istri. Puncaknya, Zul dan korban digeberek oleh istri Zul saat sedang menginap di hotel. Zul akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan DKPP.

"Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Zul Juliska Praja selaku anggota KPU Kabupaten Konawe Utara sejak dibacakan putusan ini," kata Ketua Majelis DKPP, Muhammad yang tertuang dalam keputusan DKPP sebagaimana dikutip detikcom, Kamis (12/3/2020).

Adapun anggota majelis yaitu Alfitra Salam, Teguh Prasetyo, Ida Budhiati. Zul dinyatakan melanggar Pasal 12c huruf a, Pasal 15 huruf a, dan huruf d Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

"Tindakan Teradu tidak hanya mengorbankan kehormatan Pengadu II (korban-red) beserta keluarga besarnya maupun keluarga besar dan rumah tangga Teradu tetapi secara kelembagaan, kehormatan dan martabat penyelenggara pemilu turut tercederai," ucap majelis DKPP.

(asp/mae)