Ada 700 Ribu Hektare Hutan di Sumsel Kritis, KLHK Reboisasi-Bagikan Bibit

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 11:45 WIB
Penanaman pohon di Sumsel dimasifkan karena ada 700 ribu hektare lahan hutan kritis (Raja Adil Siregar/detikcom)
Foto: Penanaman pohon di Sumsel dimasifkan karena ada 700 ribu hektare lahan hutan kritis (Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang -

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Dinas Kehutanan Sumatera Selatan (Sumsel) kompak melakukan penanaman pohon (reboisasi) di lahan hutan yang sudah kritis. Ada sekitar 700 ribu hektare hutan di Sumsel dalam kondisi kritis.

"Hutan selain jadi fungsi lingkungan juga harus memberi manfaat bagi masyarakat. Maka hari ini kami tanam 200 batang dari rencana 1.000 batang di Punti Kayu," kata Kadis Kehutanan Sumsel, Pandji Tjahjanto saat ditemui di Taman Wisata Alam Punti Kayu, Palembang, Kamis (12/3/2020).

Menurut Pandji, penanaman pohon sudah mulai dilakukan secara masif dari 5 tahun terakhir. Di mana dari total luas hutan 3,46 juta hektare, sekitar 700 ribu hektare dalam kondisi kritis.

"Kondisi hutan di Sumatera Selatan seluas 3,46 juta hektare dan memang ada sekitar 700 ribu yang kritis. Untuk itu KLHK, dinas, masyarakat dan pihak terkait saat ini mulai melakukan penanaman secara masif," kata Pandji.

Khusus untuk hutan yang dalam kondisi kritis, pihaknya melakukan penanaman sesuai kebutuhan masyarakat agar bisa dimanfaatkan. Pohon kelengkeng, alpukat dan durian menjadi salah satu tanaman yang ditanam.

"Penanaman disesuaikan dengan jenis tanaman di daerah tersebut. Ada durian, kelengkeng, alpukat dan kami harapkan masyarakat bisa berpartisipasi menjaga karena ini manfaatnya buat mereka juga," kata Pandji.

Selain pemulihan hutan, Pandji mengaku Dinas Kehutanan dan seluruh jajarannya terus melakukan patroli illegal logging untuk mengurangi perambahan hutan dan menyebabkan kritis berkelanjutan.

Sementara Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung (BPDAS-HL) Sumatera Selatan, Siswo, mengatakan kini lahan kritis sudah mulai dipulihkan dengan melakukan penanaman. Termasuk dengan membuat sumur buatan sebagai sumber mata air.

"Khusus untuk lahan kritis, sebetulnya ada kritis, agak kritis dan sangat kritis. Dalam upaya ini kami melakukan berbagai upaya, seperti buat sumur buatan dan sejenisnya," kata Siswo.

Sedangkan penanaman pohon, sepanjang tahun 2019 tercatat ada sekitar 20 ribu hektare hutan sudah ditanami. Penanaman dilakukan secara masif karena berdampak pada lingkungan sekitar.

"Kalau hutan kritis itu dampaknya banyak. Mulai dari longsor, banjir dan sebagainya yang mungkin ini juga diawali hujan deras atau sejenisnya. Tetapi kerusakan hutan dan hutan kritis itu banyak dampaknya ke masyarakat," katanya.

"Untuk di Sumsel DAS Musi salah satu DAS yang menjadi prioritas. Tahun ini target dari LHK ada sekitar 5-6 ribu hektare pemulihan dibantu masyarakat," katanya.

Untuk itu, dia menegaskan masyatakat di Sumatera Selatan yang ingin melakukan penanaman dapat meminta bibit ke KLHK. Bibit diberikan secara gratis dengan 18-20 jenis tanaman.

"Bibit kita kasih gratis untuk ditanam oleh masyarakat di hutan-hutan dan lingkungan mereka. Bahkan kalau dulu kita kampanye 'Ayo Menanam Pohon', sekarang malah kita kewalahan karena kesadaran masyarakat sudah tinggi dan mereka tanam sendiri," katanya.

Untuk tahun 2019 saja, kata Siswo, sekitar 2,5 juta bibit disebar dan dibagikan kepada masyarakat. Upaya ini dinilai dapat kembali memulihkan hutan-huta yang rusak akibat illegal logging dan perambahan.

(ras/jbr)