Round-Up

Pembunuhan di Eks Lokalisasi Bikin 150 LC di Samarinda Ngungsi

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 08:47 WIB
Lokasi 2 ABK berebut LC karaoke berujung pembunuhan di Samarinda.
Foto: Lokasi 2 ABK berebut LC karaoke berujung pembunuhan di Samarinda. (Suriyatman-detikcom)
Samarinda -

Komaruddin (34) tewas bersimbah darah tepat di pintu masuk tempat hiburan malam Wisma Mawar Indah 3, yang berada di eks lokalisasi Loa Hui, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Lehernya ditebas senjata tajam oleh pengunjung lainnya.

Perkelahian itu terjadi lantaran korban dan pelaku rebutan wanita pemandu (ladies companion/LC) karaoke. Akibat peristiwa ini warga marah dan merusak wisma-wisma hiburan malam. 150 LC mengungsi dan tempat kejadian perkara dijaga ketat aparat, baik TNI maupun Polri.

"Korban datang ke sini bertiga kemudian minum di table nomor 4, sementara pelaku juga 3 orang minum di table nomor 5, keduanya saling berhadapan saat itu mungkin karena tersinggung LC-nya gabung minum dengan pelaku. Korban yang sudah dalam keadaan mabuk marah dan memukul salah satu pelaku," kata Ketua RT 42, Samsu (60) di pos keamanan tempat hiburan malam itu, Rabu (11/3/2020).

Korban diketahui bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). Tak hanya Komaruddin, rekannya yaitu Kaharuddin (41) saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Samarinda karena luka sabetan senjata tajam di sekujur tubuhnya.

Peristiwa penyerangan Komaruddin dan Kharauddin terjadi pada Selasa (10/3) dini hari. Penyerangan terhadap korban dipicu sikap korban yang marah lantaran LC yang menemaninya berpindah ke meja pelaku.

Karena emosi, korban mendatangi dan sempat memukul salah satu pelaku. Petugas keamanan setempat membawa korban dan pelaku keluar wisma karena ribut-ribut. Korban dibawa keluar melalui pintu depan, sementara pelaku melalui pintu belakang wisma.

Lantaran tak terima dipukul korban, pelaku dan rekan-rekannya ingin membalas dendam. Pelaku dan teman-temannya kemudian mengambil senjata tajam yang mereka bawa di kendaraan mereka. Setelah itu, mereka mendatangi pos keamanan untuk meminta pertanggungjawaban pengelola lokalisasi atas pemukulan yang dialami pelaku.

Di saat bersamaan, pelaku melihat korban melintasi pos keamanan dengan sepeda motor, sehingga para pelaku langsung menghentikan dan menyerang korban menggunakan parang. "Korban Kamaruddin tewas di tempat akibat luka menganga di bagian leher dan punggung sementara rekannya Kaharudin harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Samarinda akibat luka senjata tajam," jelas Samsu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3