Sidang Kasus Anjing Disiram Soda Api, Istri Sebut Terdakwa Idap Bipolar

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 21:15 WIB
Sidang penyiraman 6 anjing pakai soda api (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Foto: Sidang penyiraman 6 anjing pakai soda api (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta -

Istri terdakwa kasus penyiraman anjing dengan soda api, Lena, menyebut suaminya, Aris Tangkelabi Panding, mengidap bipolar. Lena juga menyebut Aris sosok orang yang bersih dan tidak suka dengan kotoran.

"Aris itu sakit jiwa. Kalau sakit jiwa ada beberapa tingkatan. Tingkatan sakit jiwa yang saya tau dia bipolar. Karena saya pernah diminta surat dari kantor Aris tentang pemeriksaan sakit jiwa. Saya tahu dia sakit bipolar karena dia diperiksa di RSIA Bunda," ujar Lena saat bersaksi d PN Jakpus, Selasa (11/3/2020).

Dia juga menyebut Aris terkadang suka tak sadarkan diri. Emosi dalam dirinya juga disebut sering tidak teratur dan terkadang tidak bisa mengendalikan emosinya.

"Dia suka bersih-bersih, kalau dia belum tidur mulutnya nggak bisa berhenti soal kebersihan. Dia suka pergi dan lempar sesuatu, mungkin itu puncak dari bipolar karena tekanan jiwanya suka datang dia kadang nggak sadar," ucap Lena.



Hal senada juga diucapkan Nadia yang merupakan anak dari Aris yang juga menjadi saksi mengatakan emosi Bapaknya terkadang tidak terkontrol. Bahkan, dia menyebut Aris pernah menendang pintu bajaj saat mengantar Nadia ke sekolah dulu.

"Papa pernah tendang pintu bajaj. Itu bukan cuma sekali itu sering," ucap Nadia.

Sementara itu, majelis hakim yang mengadili perkara ini lantas meminta bukti surat keterangan rumah sakit terkait kejiwaan Aris. Keluarga Aris diminta menyerahkan bukti itu sebelum putusan Aris.

"Tolong dokumennya dilampirkan. Ada dari RS Grogol, RSIA Bunda, itu yang barangkali tahu istri dan anaknya. Tolong dokternya dihadirkan dokternya," ucap hakim.



Dalam kasus ini yang duduk sebagai terdakwa adalah Aris karena tega menyiram anjing iparnya menggunakan air soda api. Aris Tangkelabi Panding didakwa melakukan penganiayaan hewan hingga mengakibatkan luka dan cacat pada hewan.

"Terdakwa menganiaya dan atau menyalahgunakan hewan sehingga mengakibatkan cacat dan atau tidak produktif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 A ayat 1," ujar jaksa Andri Saputra dalam dakwaannya yang dibacakan di PN Jakpus, Senin (27/1/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2