Sidang Kasus Anjing Disiram Soda Api, Istri Sebut Terdakwa Idap Bipolar

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 21:15 WIB
Sidang penyiraman 6 anjing pakai soda api (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Foto: Sidang penyiraman 6 anjing pakai soda api (Zunita Amalia Putri/detikcom)


Jaksa Andri menilai perbuatan Aris melampaui batas karena telah menyebabkan hewan cacat, luka berat, dan mati. Dia menyebut tindakan Aris itu disengaja.

"Terdakwa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya, perbuatan itu mencapai tujuan itu lebih dari seminggu atau cacat atau menderita luka berat lainnya atau mati," kata jaksa.

Kasus ini bermula ketika Aris yang tinggal di kediaman Jally Wenny Monggilala selaku ipar dan adik Aris, Andarias Lapik Ballo di Jalan Keramat, Senen, Jakarta Pusat. Aris saat itu bertugas membersihkan kotoran-kotoran anjing itu.

Kemudian pada 3 November 2019 seekor anjing dari ras mixed milik Jally melahirkan sebanyak lima ekor anak anjing yang berumur sekitar 1 bulan. Oleh karena itu, Aris, kata jaksa, merasa kesal dengan anak-anak anjing itu karena kewalahan mengurusi anjing itu sehingga dia menyiramkan soda api ke lima anak anjing itu.



"Terdakwa mengambil sisa bubuk soda api sebanyak setengah bungkus, kemudian terdakwa bawa ke belakang rumah lalu terdakwa memasukkan dalam gelas plastik dan terdakwa mencampur soda api dengan air lalu terdakwa menyiramkan ke anjing ras mixed itu berikut dengan lima anaknya yang ada di kandang dekat kamar mandi," ujar jaksa.

Jally kemudian menghubungi Yayasan Natha Satwa Nusantara dan anjing itu dibawa ke klinik hewan dokter Cucu di Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk mendapat perawatan. Akibat perbuatan Aris, anjing beserta lima anaknya itu mengalami luka dan cacat.

"Hewan jenis ras mixed itu mengalami luka lepuh yang cukup berat disertai kerontokan rambut pada keempat kaki dan mata kanan bengkak. Hingga akhirnya lima ekor anak anjing itu mati karena luka bakar. Seekor induk anjing menjadi cacat karena keempat kakinya terkena luka bakar yang cukup parah," jelas jaksa Andri.

Aris didakwa melanggar Pasal 91 B ayat 1 juncto Pasal 66 A ayat 1 UU RI Nomor 41 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Pasal 302 ayat 2 KUHP Pidana.

Halaman

(zap/gbr)