Mahfud Akan Evaluasi 29 Kapal Nelayan Pantura yang Melaut di Natuna

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 16:00 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD membuka Forum Komunikasi dan Koordinasi di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Forum ini dihadiri oleh Alumni Penerima Beasiswa Supersemar.
Menko Polhukam Mahfud Md (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan kapal nelayan dari pantai utara (pantura) Pulau Jawa sudah melaut di Natuna. Mahfud mengatakan para nelayan itu menggunakan kapal-kapal besar dan dikawal Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Sudah masuk sekarang ke Natuna dan sudah beroperasi di kawal oleh Bakamla untuk melakukan penangkapan ikan di sana dengan kapal-kapal besar, dan itu terus akan bertahap," kata Mahfud di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Selasa (11/3/2020).

Mahfud mengatakan pemerintah selanjutnya akan mengevaluasi keberadaan kapal nelayan pantura di Laut Natuna. Evaluasi itu meliputi keamanan, kepentingan pemerintah daerah (pemda) setempat, dan nelayan lokal di Natuna.

"Keamanan yang mengawal bagaimana, pemda bagaimana, bagaimana juga mengakomodasi kepentingan-kepentingan nelayan lokal, itu sudah semua dilakukan dan sekarang sudah memasuki hari ketiga mereka di sana dan kita akan terus evaluasi dan akan terus kembangkan," ujarnya.

Mahfud mengatakan keberadaan kapal nelayan pantura sesuai dengan yang diingatkan oleh Presiden Jokowi. Namun, menurut Mahfud, tetap harus ada evaluasi kebijakan tersebut.

"Presiden mengingatkan lagi, harus hadir negara di sana. kemarin salah satu bentuk kehadiran itu adalah bagaimana kita membuat kebijakan baru di dalam pengelolaan laut kita, pengelolaan kegiatan di laut kita, kapal-kapal tertentu, perahu-perahu tertentu yang selama ini dilarang, mari kita pelajari lagi apa benar ini untuk kesejahteraan rakyat," ucap Mahfud.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan ada puluhan kapal besar dari Pulau Jawa yang akan melaut di perairan Natuna mulai esok hari. Hal itu merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden terkait penanganan konflik di perairan Natuna beberapa waktu lalu.

"Setelah kita berhasil menjaga keutuhan atau hak berdaulat teritori dengan mengusir semua kapal perahu asing yang masuk ilegal, mulai besok hari Selasa, 10 Maret 2020, akan ada kapal-kapal besar nelayan dari Pantura sebanyak 29 kapal untuk melaut ke tengah (perairan Natuna)," kata Menko Polhukam Mahfud Md di Kemenko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/3).

Simak Juga Video "Pemerintah Kirim Kapal-kapal Besar untuk Nelayan di Natuna"

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/jbr)