Haji dan Umroh

Besok, Kemenag Tutup Sementara Aplikasi Pendaftaran Umroh

Rosmha Widiyani - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 07:17 WIB
Jemaah Umroh
Besok, Kemenag tutup sementara aplikasi pendaftaran umroh (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Agama menutup sementara aplikasi pendaftaran umroh Siskopatuh atau Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus. Penutupan yang akan dilakukan pada Kamis (12/3/2020) terkait kebijakan Arab Saudi pada penanganan virus corona.

"Siskopatuh kami tutup sementara. Ini dilakukan menyusul kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk menghentikan sementara ibadah umroh atau ziarah. Selama ditutup sementara, maka tidak menerima pendaftar baru," kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim, dalam rilis yang diterima detikcom pada Rabu (11/3/2020).

Kebijakan tersebut diambil karena belum ada kepastian pencabutan kebijakan penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi. Aplikasi Siskopatuh akan kembali dibuka jika Arab Saudi kembali membuka akses ke negara tersebut untuk umroh dan haji khusus.

Terkait penutupan sementara Siskopatuh dan penangguhan sementara akses masuk Saudi, Arfi mengatakan telah menerbitkan surat pemberitahuan untuk Pimpinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah, dan Perusahaan Asuransi Perjalanan Ibadah Umrah. PPIU diminta melakukan penjadwalan ulang keberangkatan jemaah yang telah mendaftar.

"Tetap mengutamakan kepentingan jemaah, dengan tidak membebankan biaya tambahan kepada jemaah termasuk jemaah yang telah memiliki jadwal setelah kebijakan Pemerintah Arab Saudi diberlakukan," kata Arfi.

Jika ada pembatalan jemaah umroh , PPIU wajib melapor kepada Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus cq. Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus. Pelaporan dilakukan melalui email di pembatalan.siskopatuh@gmail.com.

Menurut Kasubdit Pengawasan Umroh Noer Aliya Fitra atau kerap disapa Nafit, ada 2.393 jemaah Indonesia yang tertunda keberangkatannya akibat virus corona. Jemaah berasal dari 75 PPIU yang diangkut delapan maskapai penerbangan.

Selain itu, ada 1.685 jemaah yang sempat tertahan di negara transit yang kini telah dipulangkan ke Indonesia dengan maskapai sesuai kontraknya. Untuk jemaah yang telah melunasi pembayaran umroh tercatat ada 32.994 orang. Menurut data di Siskopatuh, jemaah awalnya akan diberangkatkan pada 28 Februari hingga 31 Mei 2020.

(row/erd)