Geledah Vila Nurhadi, KPK Segel Deretan Kendaraan Mewah

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 09 Mar 2020 22:11 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Gedung Merah-Putih KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

KPK melakukan penggeledahan di vila milik tersangka kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar, Nurhadi di Bogor, Jawa Barat. KPK menemukan sejumlah kendaraan mewah yang diduga milik eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) itu.

"Saat melakukan penggeledahan sebuah vila di wilayah Ciawi, Bogor, tersebut penyidik KPK menemukan ada banyak motor mewah ada belasan dari berbagai merek. Saat ini masih berlangsung penggeledahannya ada beberapa motor mewah belasan jumlahnya, motor gede begitu ya dan kemudian ada 4 mobil mewah yang terparkir di gudang di sebuah vila yang diduga milik tersangka NH," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

Ali mengatakan deretan kendaraan mewah itu ditemukan penyidik di dalam sebuah gudang di vila tersebut. Ali menduga deretan kendaraan itu berkaitan dengan perkara yang tengah menjerat Nurhadi tersebut.

"Tentu ini hal yang menarik jika kemudian dikaitkan dengan dugaan penerimaan suap dan gratifikasi yang diterima oleh tersangka NH (Nurhadi) dkk tersebut selaku pemberinya salah satunya Pak HS (Hiendra Soenjoto) gitu ya," ujarnya.

Untuk itu, Ali mengatakan penyidik memasang KPK line terhadap deretan kenderaan mewah itu. Ia mengatakan penggeledahan saat ini masih berlangsung.

"Tentunya karena ini masih berproses di sana, teman-teman masih ada di lapangan, sikapnya nanti seperti apa. Sementara kami melakukan penyegelan KPK line terhadap barang-barang bergerak tadi, motor mewah dan mobil mewah di salah satu gudang di vila tersebut," tuturnya.

KPK sebelumnya telah melakukan sejumlah penggeledahan di Jakarta, Surabaya, hingga Tulungagung terkait kasus Nurhadi. KPK menyita sejumlah dokumen terkait perkara tersebut. Selain itu, penggeledahan ini merupakan upaya mencari Nurhadi, Rezky Herbiyono, dan Hiendra Soenjoto yang sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Selanjutnya
Halaman
1 2