Nelayan di Bone Dapat Bantuan Asuransi dan Kredit Permodalan

Inkana Putri - detikNews
Senin, 09 Mar 2020 21:59 WIB
KKP
Foto: Dok. KKP
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan dan sosialisasi program Perikanan Tangkap untuk para nelayan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Program ini merupakan amanat pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Pemerintah menyerahkan bantuan antara lain 1.797 premi asuransi nelayan, 100 penerbitan sertifikat hak atas tanah nelayan, 150 pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan, dan permodalan penyaluran kredit senilai Rp. 1,79 miliar oleh BRI, Rp 2,75 miliar dari BNI, serta Rp 3,99 miliar dari Bank Mandiri.

Bantuan tersebut diberikan kepada nelayan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zulficar Mochtar, anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan Sulkaf M. Latif, dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone Wahida.

Tak hanya bantuan, berbagai kegiatan prioritas dan pengetahuan juga disosialisasikan ke para nelayan. Kegiatan prioritas tersebut menyangkut tata laksana pelabuhan perikanan, sertipikasi hak atas tanah nelayan, Bantuan Sarana Penangkapan Ikan, Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN), asuransi mandiri, pendanaan usaha, kampung nelayan maju, serta pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan.

KKP juga bekerja sama dengan Poltek Kelautan dan Perikanan Bone memberikan panduan teknis tentang perawatan dan perbaikan mesin kapal perikanan dan juga teknologi alat penangkapan ikan.

"Program prioritas ini sejalan dengan amanat Presiden RI tentang pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi serta transformasi ekonomi. Kita terjemahkan hal tersebut pada sektor perikanan tangkap, contohnya perizinan online 1 jam untuk kapal 30 GT ke atas, peningkatan kapasitas masyarakat perikanan dengan tujuan mewujudkan pertumbuhan ekonomi kelautan dan perikanan yang adil dan berkualitas," ujar Zulficar, Senin (9/3/2020).

Zulficar menambahkan, kegiatan ini merupakan langkah untuk memperkuat komunikasi dengan para nelayan agar aspirasi nelayan terserap dengan baik. Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dengan para stakeholders perikanan tangkap yang berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Andi Akmal Pasluddin juga menyampaikan akan terus mendukung dan mengawal program pemerintah ini. Andi berpesan agar para pelayan tetap memberikan saran dan aspirasi kepada pemerintah.

"Keberhasilan pembangunan perikanan tangkap tidak hanya terjadi satu arah dari pemerintah saja melainkan juga dari para nelayan. Dengan adanya nelayan, kita bisa makan ikan yang kaya protein, menyehatkan sekaligus mencerdaskan," kata Andi.

Wahidah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone menjelaskan potensi ikan cakalang, tongkol, dan layang yang terkenal di Bone. Beliau menyampaikan akan terus berkoordinasi dan meningkatkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Wahidah juga menegaskan bahwa merekalah yang bersentuhan langsung dengan para nelayan.

Untuk itu konsolidasi akan terus dilakukan guna menyejahterakan nelayan. Komitmen ini akan terus ditingkatkan agar pengelolaan sumber daya laut dan perikanan tetap berlanjut.

(prf/ega)