Mendagri Tito soal Pemilu Serentak: Bagaimana Pengamanannya?

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 09 Mar 2020 17:15 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Tito Karnavian (Dok. Puspen Kemendagri)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pesimis Pemilu 2024, yakni pilpres, pileg (DPR, DPD, DPRD provinsi/kabupaten/kota) dan pilkada (gubernur, wali kota/bupati), bisa digelar serentak. Tito mempersoalkan aspek pengamanan jika Pemilu 2024 diselenggarakan secara bersamaan.

"Tapi 2024 nanti, bayangkan ada rencana sesuai aturan, ada pilkada serentak, presiden-wapres, legislatif dan seluruh daerah di Indonesia, tingkat 1 dan 2," ujar Tito saat diskusi 'Urgensi Mewujudkan Pilkada Demokratis dan Berkualitas: Tantangan dan Harapan' di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

"Saya nggak bisa bayangin. Saya sebagai Kapolri kemarin saja lumayan capek waktu pilpres dan pileg (2019). Ini serempak lagi dengan seluruh daerah. Bagaimana pengamanannya, backup-nya? Kalau 270 (daerah) masih bisa backup daerah lain, termasuk backup teman-teman TNI," imbuhnya.

Tito mengusulkan agar pilpres, pileg dan pilkada tidak digelar secara bersamaan. Dia menyebut pemisahan waktu penyelenggaraan pilpres, pileg, dan pilkada dilakukan untuk meminimalisir potensi konflik.

"Kalau solusi saya untuk mencegah 3 problema, problema konflik atau problema high cost politik, salah satu kalau konflik saya kira mungkin pemisahan jangan serempak. Seperti 2024 bila dilaksanakan serempak sangat ekstrem," tegas Tito.

Simak juga video Bawaslu Luncurkan IKP 2020, Mendagri: Bantu Jaga Stabilitas Politik:

Selanjutnya
Halaman
1 2