Kerugian Negara Rp 16,81 T, Skandal Jiwasraya Dikebut Segera Sidang

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 09 Mar 2020 16:36 WIB
Jaksa Agung, ST Burhanuddin melakukan raker perdana dengan Komisi III DPR RI. Burhanuddin memaparkan 8 fokus dirinya sebagai Jaksa Agung.
Jaksa Agung ST Burhanuddin (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin langsung memerintahkan jajarannya mengebut pengusutan skandal korupsi Jiwasraya. Perintah itu dia sampaikan setelah BPK resmi menyampaikan laporan mengenai penghitungan kerugian negara yang mencapai Rp 16,81 triliun.

"Kami mohon sekali lagi support dan kami akan bismillah untuk kami limpahkan," kata Burhanuddin di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

Dia mengatakan sejauh ini sudah menyita sejumlah aset dari para tersangka yang sudah ditetapkan. Burhanuddin menjanjikan pengejaran aset itu hingga tuntas.

"Kalau tersangka masih punya hartanya, bahkan sampai putusan pun kami bisa mengejar aset-aset itu. Jadi bukan hanya sekarang aja aset-aset itu sampai kapan pun akan kami kejar kalau kita ketahui dia masih ada hartanya, itu adalah aturannya. Jadi kita akan pasti akan kami cari sampai mana pun," kata Burhanuddin.

"Kami akan melimpahkan berkas ini dan tentunya saya juga mohon tetap teman-teman men-support ya dan tentunya kalo ada informasi-informasi berkembang mohon juga disampaikan dan saya mengharapkan kepada siapa pun juga yang ada iktikad-iktikad menghalangi kemudian mempersulit itu ada pasti ada aturan dan sanksinya," imbuhnya.

Sebelummya diberitakan, BPK merilis hasil perhitungan tetap kerugian negara dalam skandal Jiwasraya. BPK memastikan kerugian negara akibat dugaan korupsi Jiwasraya sebesar Rp 16,81 triliun.

"Kerugian negaranya sebesar Rp 16,81 triliun, terdiri atas kerugian negara investasi saham Rp 4,65 triliun dan akibat investasi reksa dana Rp 12,16 triliun," kata Ketua BPK Agung Firman.

(dhn/dhn)