Kemenhub Siapkan Sarana-Prasarana di 51 Pelabuhan untuk Lebaran 2020

Abu Ubaidillah - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 17:28 WIB
Kapal Pesiar Viking Sun mengisi logistik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (5/3/2020)
Ilustrasi. Foto: Angling/detikcom
Jakarta -

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi laut di 51 pelabuhan yang diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang pada Lebaran 2020 mendatang.

Menindaklanjuti perintah tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo menerbitkan Surat Instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor HK.211/2/4/DJPL/2020 tentang Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2020 (1441 H).

"Dirjen Hubla telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mulai melakukan persiapan terhadap sarana, prasarana, program, serta Sumber Daya Manusia (SDM) guna mewujudkan penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2020 (1441 H) yang selamat, aman, dan terkoordinasi," terang Direktur Lalu Lintas dan Angkatan Laut, Capt. Wisnu Handoko dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2020).

Ke 51 pelabuhan yang mulai disiapkan antara lain Pelabuhan Belawan, Tanjung Balai Asahan, Sibolga, Pekanbaru, Dumai, Tanjung Buton, Selat Panjang, Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjung Uban, Tanjung Pinang, Sei Kolak Kijang, Kuala Tungkal, Palembang, Teluk Bayur, Tanjung Pandan, Pkl. Balam/Muntok, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Gresik, Benoa, Lembar, Kupang, Pontianak, Kumai, Sampit, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Nunukan, Makassar, Pare-Pare, BauBau, Siwa, Kendari, Teluk Palu, Gorontalo, Bitung, Manado, Ternate, Sanana, Ambon, Tual, Namlea, Sorong, Manokwari, Biak, Jayapura dan Merauke.

Adapun sarana dan prasarana yang akan diperhatikan antara lain mengecek kelayakan armada angkutan kapal penumpang, dan menyiapkan program aksi keselamatan dan keamanan moda angkutan laut yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

Menurut Capt. Wisnu, instruksi tersebut ditujukan kepada pihak operasional pelabuhan seperti Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, Kepala Kantor Distrik Navigasi, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Kepala Kantor KSOP Kelas I-V, dan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I-III.

Seluruh operasional pelabuhan tersebut diminta untuk bersinergi demi mewujudkan penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2020 agar lancar demi kenyamanan pemudik yang menggunakan sarana transportasi laut.

"Salah satu instruksinya adalah persiapan membentuk posko angkutan laut lebaran tahun 2020 serta mengirimkan daftar nama penanggung jawab/perwira jaga petugas posko harian, serta nomor telepon dan HP yang dapat dihubungi selama posko angkutan laut Lebaran 2020," terang Capt. Wisnu.

Lanjut Capt. Wisnu, posko angkutan laut lebaran tahun 2020 akan berlangsung selama 1 bulan, dimulai sejak 9 Mei 2020 hingga 9 Juni 2020, sama seperti lebaran tahun sebelumnya. Sekadar informasi, pada tahun 2019 jumlah pemudik di 51 pelabuhan tersebut meningkat 10.91% menjadi 2.029.919 dibanding tahun 2018.

Posko ini nantinya akan digunakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut untuk memantau dan mengendalikan angkutan laut lebaran tahun 2020 dan menyampaikan laporan harian terkait realisasi penumpang kepada posko terpadu angkutan laut.

"Kita juga dapat mengetahui realisasi penumpang setiap harinya secara real time dari 51 (lima puluh satu) pelabuhan pantau melalui aplikasi siasati.dephub.go.id/anglebtal," pungkas Capt. Wisnu.

(prf/ega)