Round-Up

Adu Jurus Antibanjir Dua Cawagub DKI

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 09:26 WIB
Balai Kota DKI, Balai Kota Pemprov DKI, Pemprov DKI
Foto: Balai Kota DKI (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta -

Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta akan dimulai tiga pekan ke depan. Dua Cawagub DKI pun adu jurus atasi banjir Jakarta.

Panlih sudah menentukan waktu paripurna pemilihan Wagub DKI Jakarta yakni Senin 23 Maret 2020. Selain acara pemilihan juga akan dilakukan pemaparan visi misi Cawagub, dan tanya jawab dengan anggota dewan.

Dua Cawagub DKI yakni Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria nantinya akan melewati proses voting di DPRD untuk mengisi kursi DKI-2. Riza Patria yang menjabat sebagai anggota dewan sudah mengirimkan surat pengunduran diri ke DPR RI. Dia juga akan mengirimkan kelengkapan administrasi sebagai cawagub pekan depan.

Kemarin, dua Cawagub DKI adu jurus tangani banjir Jakarta. Nurmansjah dan Riza Patria pamer ide dalam diskusi 'Ngobrol Bareng Cawagub DKI', di Conclave Wijaya, Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (6/4/2020).

Nurmansjah mengatakan, penanganan banjir di Jakarta harus dibedah dari hulu hingga hilir. Dia mengusulkan untuk memodifikasi program Gaint Sea Wall era Fauzi Bowo (Foke) dan pembangunan cerucuk era Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Persoalan berarti ada di hulu, tengah dan ujung. Kalau di hulu saya pikir bahwa kita harus mengurai limpasan air yang ada di hulu. Dengan cara kemarin ada Waduk Cimahi, Waduk Sukamahi. Tapi persoalannya adalah DAS (Daerah Aluran Suangai) Ciliwung itu sudah rusak berat," ujar Nurmansjah.

Dia menambahkan, pengalihan fungsi lahan menjadi perumahan memperburuk kondisi DAS Ciliwung. Nurmansjah juga menyebut drainase di Jakarta seperti pipa yang sudah berkarat sehingga perlu diganti.

Untuk itu, dia berpandangan harus ada perbaikan drainase di Jakarta. Lebih lanjut, Nurmansjah juga menyinggung program Gaint Sea Wall. Namun perlu ada sosialisasi yang maksimal kepada masyarakat.

Dia juga menilai harus ada pembangunan tiang pancang kayu atau cerucuk pada tanah yang memiliki cekungan seperti yang ada di era pemerintahan Jokowi-Ahok. Menurut Nurmansjah cerucuk bisa menampung air air hujan.

"Cerucuk itu dipasang di titik poin tertentu yang ada cekungan, cerucuk itu bisa menjatuhkan air yang jatuh dari langit masuk ke sungai abadi di bawah di Jakarta ini. Jadi bisalah itu memodifikasi sedemikian rupa," sebut Nurmansjah.