Round-Up

Pro-Kontra Ahok Calon Pimpinan Ibu Kota Baru

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 09:04 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok yang menjadi salah satu kandidat Ketua Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) menuai pro-kontra. Ada suara dukungan, ada pula yang menolak.

Suara penolakan awalnya datang dari Mujahid 212. Mujahid 212 menolak pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur dan menolak Ahok menjadi Kepala Badan Otoritas Ibu Kota Negara.

"Kami butuh sampaikan statement bahwa apabila DPR RI sebagai wakil rakyat menyetujui kepindahan ibu kota negara ini, dan sebagai calon kepala daerahnya adalah Ahok, maka kami katakan dan nyatakan secara tegas, kami menolak keras Ahok lantaran fakta-fakta pribadi Ahok merupakan seorang jati diri yang memiliki banyak masalah, Ahok perlu kejelasan hukum atas masa lalunya selaku wagub dan gubernur DKI periode sebelum Anies (referensi laporan Ahok oleh Marwan Batubara ke KPK maupun statement lewat media termasuk orasi-orasi ke publik)," ujar Damai Hari Lubis kepada wartawan, Kamis (5/3/2020).

Damai Hari LubisDamai Hari Lubis Foto: dok. Pribadi

Partai-partai di DPR pun punya suara beragam. Seperti apa?

Simak Video "Poyuono Yakin Jokowi Akan Reshuffle: Ahok Mungkin Jadi Menteri BUMN"

Selanjutnya
Halaman
1 2 3