Menkominfo: Mungkin Masyarakat Minta FB-Twitter Tutup Akun Propaganda Papua

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 05:34 WIB
Johnny G Plate
Foto: Johnny G Plate (Andhika-detikcom).
Jakarta -

Twitter dan Facebook (FB) menutup sedikitnya 80 akun yang selama ini menjalankan propaganda Indonesia tentang Papua. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate mengatakan mungkin saja ada masyarakat minta kepada FB dan Twitter memblokir akun tersebut.

"Kalau Facebook yang melakukan takedownnya atau Twitter yang di seputar platform digital, maka itu kewenangan platform digital, alasannya apa? Macam-macam. Mungkin saja ada masyarakat yang minta, kan tergantung kasusnya apa gitu," kata Johnny saat dihubungi, Jumat (6/3/2020) malam.

Johnny mengatakan tak mungkin Kominfo yang melakukan pemblokiran. Semua wewenang blokir akun berada di tangan setiap perusahaan digital tersebut.

"Tapi yang bisa mentakedown atau memblokir itu adalah platform digital, ini dari dulu suka salah, dituduh Kominfo blokir, bukan Kominfo yang blokir atas permintaan masyarakat, atas permintaan ya kalau ada yang minta, yang bisa minta masyarakat, lembaga, bisa siapa saja minta ke dia, dan dia bisa ujian di internal dia," ujarnya.

Johnny mengungkapkan memang ada aturan yang harus dipatuhi setiap akun. Dia menyebutkan sejumlah aturan yang ada baik nasional atau dunia.

"Kalau memang benar ini hoax, ini tidak benar, ini bertentangan dengan aturan negara, ini bertentangan dengan aturan umum di universal, bertentangan dengan piagam-piagam PBB, segala macam misalnya, itu yang mutusin mereka, buka kita," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2