Solusi Banjir DKI, Nurmansjah Akan Modifikasi Program Foke dan Jokowi-Ahok

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 06 Mar 2020 17:09 WIB
Nurmansjah Lubis di Ngobrol Bareng Cawagub DKI.(Foto: Lisye/detikcom)
Foto: Nurmansjah Lubis di Ngobrol Bareng Cawagub DKI.(Foto: Lisye/detikcom)
Jakarta -

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Nurmansjah Lubis mengatakan penanganan banjir di Jakarta harus dibedah dari hulu hingga hilir. Dia pun mengusulkan untuk memodifikasi program Gaint Sea Wall era Fauzi Bowo dan pembangunan cerucuk era Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Persoalan berarti ada di hulu, tengah dan ujung. Kalau di hulu saya pikir bahwa kita harus mengurai limpasan air yang ada di hulu. Dengan cara kemarin ada Waduk Cimahi, Waduk Sukamahi. Tapi persoalannya adalah DAS (Daerah Aluran Suangai) Ciliwung itu sudah rusak berat," ujar Nurmansjah saat 'Ngobrol Bareng Cawagub DKI' di Conclave Wijaya, Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (6/4/2020).

Nurmansjah mengatakan pengalihan fungsi lahan menjadi perumahan memperburuk kondisi DAS Ciliwung. Dia juga menyebut drainase di Jakarta seperti pipa yang sudah berkarat sehingga perlu diganti.

"Konversi yang ada di ujung sana milik-milik kita semua ini orang kaya Jakarta, ada Villa dan sebagainya memperburuk DAS di Ciliwung. Persoalan di Jakarta drainase ibarat pipa sudah berkarat," kata dia.

Nurmansjah mengatakan rekonstruksi drainase di Jakarta harus diperbaiki. Dia menyebut perlu ada pembahasan anggaran untuk memperbaiki drainase itu.

"Kalau mau rekonstruksi lagi ganti yang baru semua, tapi biayanya luar biasa nggak mungkin sepotong. Harus dibuat drainase bagus apakah mungkin kita adopsi anggaran yang ada di APBD," jelas Nurmansjah.

Simak video Bikin Banjir, Kang Emil Setuju Proyek Kereta Cepat Disetop:

Selanjutnya
Halaman
1 2