Cabuli 11 Murid, Guru SD di Sulsel Ancam Tak Beri Nilai ke Korban

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 05 Mar 2020 18:41 WIB
Guru di Luwu Timur ditangkap atas kasus pencabulan terhadap 11 muridnya (dok. Istimewa)
Guru di Luwu Timur yang ditangkap karena kasus pencabulan terhadap 11 muridnya. (Foto: Istimewa)
Makassar -

Baharuddin, guru SD di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), mencabuli 11 muridnya dengan cara mengancam korban dengan tidak diberi nilai. Korban juga diancam tidak naik kelas jika buka mulut.

"Jangan ada yang memberitahukan kepada siapa pun, termasuk orang tua kalian apa yang pernah saya lakukan terhadap kalian," ujar Kapolres Luwu Timur AKBP Indratmoko menjelaskan soal modus pelaku mencabuli korban, Kamis (5/3/2020).

"Pelaku juga mengancam para siswa tidak akan memberikan nilai dan tidak akan menaikkan kelas bila melapor kepada orang tuanya," sambungnya.

Baharuddin telah dievakuasi polisi dari sekolah tempatnya mengajar di wilayah Towuti, Luwu Timur, Rabu (4/3). Dia hampir diamuk para orang tua korban yang mendatangi sekolah.

"Diamankan dari sekolah ke Polsek karena orang tua korban mau hajar pelaku," ujar Indratmoko.

Indratmoko mengatakan Baharuddin dengan modusnya mengancam korban itu memang membuatnya berhasil mencabuli para siswa. Dia menyentuh alat vital korban dalam kesempatan berbeda.

Total ada 11 murid perempuan yang menjadi korban Baharuddin. Namun aksinya mulai terbongkar setelah salah satu korban memberanikan diri melaporkan aksi bejat Baharuddin.

"Korban cerita ke guru yang lain," kata Indratmoko.

Polisi saat ini telah mendata dan memeriksa 11 korban yang didampingi orang tua mereka.

(jbr/jbr)