Anggota Sempat Dikira Penculik Anak di Jember, KPK: Penyelidikan Tetap Jalan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 04 Mar 2020 21:58 WIB
Ali Fikri
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pegawai KPK sempat dikira penculik anak saat melakukan penyelidikan di wilayah Jember, Jawa Timur. KPK memastikan peristiwa itu tidak mengganggu proses penyelidikan kasus dugaan korupsi yang dilakukan di Jember.

"Perlu kami sampaikan dan tegaskan bahwa penyelidikan di kegiatan tersebut masih tetap berlanjut sampai sekarang ini. Namun tentunya kami tidak bisa menyampaikan secara detail terkait kegiatan penyelidikan apa karena ini masih berjalan," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2020).

Ali menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika tim KPK sedang menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana suap di wilayah Jember. Ali mengatakan tim KPK kemudian mengalami sedikit kesalahpahaman dengan warga setempat sehingga harus meminta bantuan Polres Jember.

"Kemudian memang terjadi dinamika di lapangan dengan warga setempat di sana, lalu kemudian kita atau kami meminta bantuan dari Polres Jember. Dan alhamdulillah kemudian bisa diselesaikan dengan baik oleh Pak Kapolres sehingga selesai dan kemudian melanjutkan kegiatan selanjutnya," ucap Ali.

Ali menyebut KPK memang terbiasa menghadapi permasalahan-permasalahan di lapangan ketika melakukan penyelidikan. Menurutnya, tim KPK selalu bisa menghadapi permasalahan-permasalahan di lapangan itu.

"Sebenarnya kita biasa jika di lapangan memang dinamika ketika proses menindaklanjuti informasi masyarakat itu biasa terjadi atau pernah terjadi. Saya kira tentunya perhitungan yang matang teman-teman ketika di lapangan," tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Yadwivana Jumbo Qantasson sebelumnya menyebut peristiwa itu terjadi di Desa Sukowono, Kecamatan Sukowono. Pegawai KPK itu disebut sempat diamankan warga karena dicurigai pelaku penculikan anak.

"Iya, dikira pelaku penculikan anak. Sempat diamankan warga," kata Jumbo.

Jumbo mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pertengahan Februari 2020. Berawal dari laporan Kapolsek Sukowono yang menginformasikan bahwa ada tiga orang diamankan warga karena dicurigai pelaku penculikan anak.

"Kebetulan waktu itu memang lagi ramai isu penculikan anak," kata Jumbo.

Saat di Mapolres itulah diketahui bahwa tiga orang yang diamankan tersebut bukan orang yang hendak menculik anak. Mereka merupakan anggota KPK.

"Yang jelas memang anggota KPK. Tiga orang, dua perempuan satu laki-laki. Menangani kasus apa, saya tidak memiliki kapasitas untuk memberi keterangan," ujar Jumbo.

(ibh/jbr)