Round-Up

Petaka Dansa 'Pembawa' Kasus Virus Corona Pertama di Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 06:27 WIB
Mobil Ambulans milik Dinkes Kota Depok merapat ke RSPI Sulianti Saroso. Menurut informasi, ambulans membawa tukang kebun dari rumah WNI yang positif Corona.
Mobil Ambulans Dinkes Depok Merapat ke RSPI Sulianti Saroso. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Presiden Jokowi mengumumkan secara langsung terkait adanya dua WNI positif virus corona di dalam negeri. Dilaporkan, penyebaran virus ini gegara korban ikut dansa.

Dua WNI yang positif corona merupakan warga Perumahan Studio Alam, Depok, Jawa Barat. Korban adalah ibu dan anak, berusia 64 tahun dan 31 tahun.

Penularan virus corona ini berawal dari kunjungan WN Jepang yang tinggal di Malaysia ke RI. Menkes Terawan Agus Putranto, menerangkan sebelum dinyatakan positif corona, si putri terdeteksi berdansa dengan WN Jepang di sebuah tempat di klub Paloma. Dari sini lah petaka 'pembawa' virus corona bermula.

Dansa antara korban corona dengan WN Jepang berlangsung pada 14 Februari, tepat di hari valentine. Terawan menyebut, wanita 31 tahun itu berprofesi sebagai guru.

"Jadi dia guru dansa dan dia berdansa dengan teman dekatnya itu (WN Jepang, red)," kata Menkes Terawan Agus Putranto dalam jumpa pers di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020).

Dua hari setelahnya, si wanita ini mengalami batuk-batuk. Lalu dilakukan rawat jalan di rumah sakit. Sepuluh hari setelahnya, dia merasa batuknya tak kunjung hilang. Karena tak kunjung sembuh, si guru dansa ini meminta dirawat di rumah sakit.

Ternyata, virus corona yang menyerang wanita itu terungkap setelah WN Jepang tersebut menelpon korban. Dari sambungan telepon itu, si WN Jepang memberi kabar kalau dia di Malaysia dirawat karena positif corona.

"Tanggal 28 ditelepon sama temen dansanya itu, temen deketnya itu bahwa dia di Malaysia dirawat orang Jepang-nya tadi dengan Corona positif," kata Terawan.