Round-Up

Ayam Potong Berujung TNI Dikeroyok Preman di Medan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 22:10 WIB
Lokasi anggota Yonif Raider 111 Kodam Iskandar Muda dikeroyok preman di Pasar Palapa, Kota Medan (Ahmad Arfah/detikcom)
Foto: Lokasi anggota Yonif Raider 111 Kodam Iskandar Muda dikeroyok preman di Pasar Palapa, Kota Medan (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Di bawah pengaruh alkohol, Rifandy alias Aban, memalak ayam potong yang hendak diangkut dari toko. Aksi pria yang dikenal preman ini kemudian berusaha dihentikan hingga berujung pada pengeroyokan.

Adalah Praka Bambang, pria yang berusaha menghentikan perbuatan Aban, sekaligus menjadi korban pengeroyokan. Di toko ayam potong ini Bambang hanya pekerja. Sementara pemilik toko diketahui juga merupakan seorang anggota TNI.

"Korban didatangi oleh seseorang laki-laki yang turun dari becak motor atas nama Rifandy alias Aban diduga dalam keadaan mabuk akibat pengaruh minuman beralkohol, dengan tujuan meminta ayam potong kepada korban. Kemudian tanpa izin dari pemilik mobil, Aban memanjat mobil korban secara paksa untuk mengambil ayam potong milik korban, dan terjadi perkelahian antara Rifandy dan Bambang," ujar Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Junaidi, Senin (2/3/2020).

Awalnya Bambang hanya berkelahi dengan Aban. Namun akhirnya kawan-kawan Aban datang membantu.

Peristiwa itu terjadi di Pajak (Pasar) Palapa, Medan, Sumatera Utara (Sumut) Minggu (1/3) pukul 02.00 WIB, dini hari. Selain Bambang, ada juga korban lain bernama Nanang, teman Bambang yang awalnya mencoba melerai.

"Situasi bertambah ramai dan beberapa orang massa ikut memukuli kedua korban, kemudian personel Tekab Polsek Medan Barat datang ke TKP dan mengamankan satu orang diduga pelaku yang bernama Anwar alias Uli, sedangkan diduga pelaku pengeroyokan lainnya melarikan diri," tuturnya.

Praka Bambang adalah anggota Yonif Raider 111 Kodam Iskandar Muda. Dia tak terima Aban hendak meminta 'jatah preman' sebanyak 10 ekor ayam potong.

"(Aban) ini kan preman, dia ngambil ayam yang mereka mau jual. Katanya sih 10 ekor, nggak tanggung-tanggung. Karena diambil gitu, yang jual (Bambang) ini kan marah. Dipukulinya," ujar salah seorang pedagang di Pasar Palapa, Iwan, saat ditemui di lokasi, siang tadi.

Selanjutnya
Halaman
1 2