WNI ABK Diamond Princess Dievakuasi ke Kertajati, Lanjut Pulau Sebaru Via Laut

Indra Komara - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 23:01 WIB
Diamond Princess Kapal Pesiar
Diamond Princess Kapal Pesiar. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap skenario proses evakuasi 68 warga negara Indonesia (WNI) ABK Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang. Disebutkan, puluhan WNI itu akan mendarat di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI dr Achmad Yurianto mengatakan, setiba di Kertajati, WNI ABK Diamond Princess akan dibawa ke Pelabuhan Indramayu.

"Kertajati ke Indramayu, lanjut Pulau Sebaru," kata Yurianto saat dimintai konfirmasi, Sabtu (29/2/2020).



Dari Pelabuhan Indramayu, Yurianto mengatakan, para WNI ABK Diamond Princess langsung dibawa ke Pulau Sebaru via laut dijemput KRI Soeharso. Dia memperkirakan para WNI akan tiba di Pulau Sebaru pada Minggu (1/3) dini hari nanti.

"KRI Soeharso," ujar Yurianto.

Sebelumnya diberitakan, 68 WNI ABK Diamond Princess akan menjalani masa observasi selama 28 hari di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Masa observasi ini berbeda dengan dengan WNI dari Wuhan, yang menjalani observasi selama 14 hari di Natuna.



Para WNI ini akan bergabung dengan WNI dari kapal World Dream. Nantinya akan ada pemisahan antara WNI dari Diamond Princess dan World Dream.

"Sesampai di Indonesia, mereka akan menjalani karantina di Pulau Sebaru, sama dengan WNI yang dievakuasi dari kapal pesiar World Dream. Nanti ada pemisahan atau pembagian blok bagi warga yang berasal dari kapal pesiar World Dream dan Diamond Princess," ucap Staf Khusus Presiden Jokowi Bidang Sosial, Angkie Yudistia, dalam keterangan tertulisnya.

(idn/jbr)