Jakpro Pastikan Pemanggilan Dirutnya oleh KPK Tak Ganggu Persiapan Formula E

Ibnu Hariyanto - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 09:27 WIB
Dirut Jakpro Dwi Wahyu Daryoto
Dirut Jakpro Dwi Wahyu Daryoto di KPK (Foto: Ilman/detikcom)
Jakarta -

Direktur Utama (Dirut) Jakpro Dwi Wahyu Daryoto dimintai keterangan oleh KPK terkait kasus di perusahaannya yang berada di tahap penyelidikan. PT Jakpro pun memastikan pemanggilan itu tak mengganggu persiapan Formula E.

"Persiapan Formula E baik-baik saja," kata Corporate Secretary Jakpro Hani Sumarno saat dihubungi, sabtu (29/2/2020).

JakPro diketahui merupakan Organizing Committee (OC) Formula E di Jakarta. Dalam persiapannya, Jakpro melakukan uji coba aspal lintasan Formula dengan dua jenis metode pelapisan, yaitu sandsheet (10x4 m), dan geotextile (5x4 m) pada Sabtu (22/2) lalu. Kemudian dikelupas pada Selasa (25/2). Pelepasan lebih cepat daripada proyeksi pada Rabu (26/2).

Diberitakan sebelumnya, KPK mengundang Dirut Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto terkait penyelidikan di perusahaannya. Dalam undangan itu, Wahyu berstatus bukan sebagai saksi, melainkan hanya undangan klarifikasi saja.

"Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, betul memang yang bersangkutan hadir di KPK dalam rangka permintaan keterangan, klarifikasi. Jadi bukan sebagai saksi karena saksi tentunya dalam proses penyidikan. Tetapi ini adalah di proses penyelidikan, ada permintaan konfirmasi, permintaan keterangan," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (28/2).

Ali menjelaskan undangan itu dilakukan dengan tujuan menyelidiki suatu peristiwa apakah masuk dalam ranah pidana atau tidak. Saat ini KPK belum menemukan kasus tersebut.

"Jadi memang di PT Jakarta Propertindo di sana yang kemudian dilakukan. Nah, mengenai apa dan berhubungan dengan apa sehingga KPK melakukan penyelidikan di PT Jakpro tersebut, tentu karena ini adalah proses penyelidikan adalah proses pencarian peristiwa pidana dan tentunya kami tidak bisa menyampaikan kepada masyarakat, karena tentunya ada hal-hal informasi yang dikecualikan di UU keterbukaan informasi. Di samping itu, kemudian proses penyelidikan ini masih akan terus berjalan," kata dia.

Ali menegaskan klarifikasi terhadap Wahyu hanya seputar Jakpro. Dia mengatakan permintaan klarifikasi itu tidak ada sangkut pautnya dengan kasus yang lain.

"Iya, jadi berkaitan di PT Jakpro. Jadi, kalau tadi ada yang menanyakan apakah berhubungan di penyelidikan yang lain, misalnya di Sumber Waras dan apa tadi, bukan itu, tetapi memang penyelidikan di PT Jakpro sehingga supaya lebih jelas dan paham sehingga tidak ke yang lain-lain, begitu ya," terangnya.

Sementara itu, Dwi tak banyak bicara saat keluar dari gedung KPK. Ia mengaku hanya dimintai keterangan oleh penyidik.

"Saya cuma dimintai keterangan, tanya penyidik saja," ujar Dwi di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (28/2).

Menurutnya, dia diminta penyidik KPK tidak berbicara mengenai materi pemeriksaan. Dwi mengatakan larangan tersebut juga sudah ditandatanganinya.

"Nggak boleh (bicara), ini rahasia, sudah saya tanda tangan," ucap dia.

Perkara yang masih berada di tahap penyelidikan belum menelurkan tersangka. Status pihak-pihak yang dipanggil dan dimintai keterangan di tahap ini adalah terperiksa.

Tonton video Hasto Diperiksa KPK Terkait Barang Bukti Elektronik:

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/mae)