Laporan dari Doha

Menlu RI Terbang ke Qatar Hadiri Penandatanganan Perjanjian Damai AS-Taliban

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 20:55 WIB
Menlu Retno Marsudi menerima tim penjemput 238 WNI di Wuhan, China, yang terdiri dari kru kabin, teknisi, pilot Batik Air dan tim pendahulu atau aju.
Menlu Retno Marsudi. (Foto: Agung Pambudhy)
Doha -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi bertolak menuju Doha, Qatar untuk memenuhi undangan Menteri Luar Negeri Qatar. Menlu dijadwalkan akan menyaksikan kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dengan Taliban di Doha.

Berdasarkan informasi yang diterima detikcom dari Biro Pers Kementerian Luar Negeri, Jumat (28/2/2020), Menlu Retno akan menyaksikan penandatanganan Comprehensive Peace Agreement (CPA) antara AS dengan Taliban. Sejumlah petinggi negara dijadwalkan akan hadir dalam acara yang digelar pada Sabtu (29/2).

Beberapa delegasi negara yang akan hadir adalah Menlu Uzbekistan Abdulaziz Khafizovich Kamilov, Menlu atau Wamenlu Norwegia, utusan khusus Jerman Markus Potzel, utusan khusus Inggris Gareth Bayley, Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani. Sementara perwakilan AS yang akan hadir adalah Menlu AS Mike Pompeo.

Setelah acara penandatanganan perdamaian, Menlu Retno juga akan melakukan pertemuan dengan perwakilan kantor politik Islamic Emirate of Afghanistan (IEA/Taliban).

Untuk diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang menawarkan diri untuk menjadi fasilitator bersama dalam Intra-Afghan Negotiation. Selain Indonesia, Jerman, Norwegia, Uzbekistan, juga turut berperan menjadi fasilitator.

Penandatanganan CPA ini bertujuan untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan. Dalam perjanjian ini juga memuat empat elemen kesepakatan utama, yaitu counter terrorism (perlawanan terhadap teroris), troops withdrawal (penarikan pasukan), Intra-Afghan Negotiation (IAN) dan comprehensive and permanent cease fire.

Setelah menghadiri acara itu, Menlu Retno juga akan bertolak ke Kabul, Afghanistan. Di sana, Retno akan menerima penghargaan (Malalai Award) dari Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. Penghargaan ini diberikan kepada wanita (warga negara Afghanistan dan asing) yang memiliki prestasi dan berkontribusi bagi Afghanistan.

Retno juga akan bertemu dengan beberapa menteri Afghanistan, salah satunya Menlu Afghanistan Mohammad Haroon Chakhansuri, Menteri Kebudayaan dan Informasi Afghanistan Hesina Safi, dan juga Menteri Pemberdayaan Wanita Afghanistan Delbar Nazari.

(zap/idn)