Menag Kecam Kekerasan atas Umat Islam di India

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 19:10 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi
Menteri Agama Kecam Kekerasan Atas Umat Islam di India (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama Fachrul Razi prihatin dan mengecam peristiwa kekerasan di India yang mengatasnamakan agama. Dia mengimbau umat beragama di India tidak merusak nilai kemanusiaan atas nama agama. Sebab tak ada agama yang membenarkan tindakan kekerasan.

"Tidak ada ajaran agama manapun yang membenarkan tindakan kekerasan, apapun motifnya. Memuliakan nilai kemanusiaan adalah esensi ajaran semua agama," kata Menag Fachrul seperti dilansir dari laman Kementerian Agama pada Jumat (28/2/2020).

Menteri Agama Fachrul Razi yakin kekerasan yang dilakukan kelompok umat tidak menggambarkan ajaran agama. Tindakan tersebut dipengaruhi pemahaman ekstrem sebagian umat atas ajaran agamanya. Kekerasan sangat tidak berperikemanusiaan dan bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Kepada semua tokoh dan umat, Menag berpesan supaya menahan diri dan tidak melakukan tindakan emosional. Menag juga mendoakan para korban dan kehidupan tiap agama di India segera kembali kondusif.

"Saya berharap umat di Indonesia bisa mengambil pelajaran dari peristiwa di India. Kekerasan atas nama agama tidak boleh terjadi di Indonesia. Mari kita ke depankan kehidupan beragama yang damai, rukun, toleran, bersama dalam keragaman," kata Menag.

Kekerasan di India ini dipicu adanya Undang-Undang Kewarganegaraan negara tersebut. India hanya memberi status kewarganegaraan bagi imigran yang menerima persekusi di negaranya. Imigran juga harus beragama Hindu, Kristen, dan agama minoritas selain Islam.

Regulasi ini disahkan pemerintahan Perdana Menteri India, Narendra Modi yang beraliran sayap kanan. Partai pengusungnya, Bhratiya Janata (BJP) dituduh bersikap diskriminatif terhadap kelompok agama tertentu. Hingga Kamis (27/2/2020), tercatat ada 27 umat Islam India yang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka.

Kerusuhan tersebut berawal pada Minggu (23/2) lalu dengan aksi-aksi protes terhadap UU kewarganegaraan yang dijuluki undang-undang "anti-muslim", yang telah memicu protes nasional, khususnya kalangan muslim.

Namun aksi protes itu kemudian berubah menjadi kerusuhan pada Senin (24/2) dan Selasa (25/2). Kerusuhan diperparah dengan adanya para perusuh yang bersenjatakan pedang, batu dan bahkan senjata api.

Tonton juga 22 Tewas dalam Korban Bentrokan di India, Trump Bungkam :

[Gambas:Video 20detik]

(row/erd)