Viral ITS Bebas Kucing, Ada Juga Riset Sarankan Bunuh Kucing Demi Ekosistem

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 14:49 WIB
Petugas Razia Kucing Liar (Cici-detikcom)
Foto: Ilustrsi petugas Razia Kucing Liar (Cici-detikcom)
Jakarta -

Viral surat edaran Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya soal kawasan bebas kucing liar. Kucing-kucing dinilai menganggu tamu kampus. Sebuah penelitian mengungkapkan, kucing bahwa disebut bisa merusak ekosistem karena bisa membuat spesies burung punah.

Adalah Pete Marra, kepala Smithsonian Migratory Bird Center yang mengungkap penelitian soal kucing bisa merusak ekosistem dalam bukunya 'Cat Wars: The Devastating Consequences of a Cuddly Killer'. Dalam buku tersebut, Pete memaparkan hasil penelitian tentang betapa berbahayanya kucing bagi ekosistem dan kesehatan manusia. Pete menulis buku ini bersama Chris Santella.

Ketika menulis buku ini, Pete tak hendak menjadi seorang pembenci kucing. Dia bahkan suka kucing. "Saya suka kucing, menyebut mereka 'binatang yang menakjubkan dan mengagumkan,' yang tampaknya memiliki 'cinta yang aneh bagi saya'. Ini adalah hal yang orang tidak sadari. Jika ibuku mengira aku tidak mendukung kucing, dia pasti bangkit dari kubur," tulis Pete sebagaimana dikutip Majalah Smithsonian.

Namun, apa pasal. Penelitian Pete justru mengungkap bahwa hewan lucu ini justru bisa merusak ekosistem alam sekitarnya. Pete bercerita tentang kisah penjaga mercusuar bernama David Lyall tiba di Pulau Stephens, Selandia Baru dengan seekor kucing bernama Tibbles pada tahun 1894,.

Hanya dalam waktu satu tahun, Pulau Stephens, burung langka yang endemik di pulau itu, punah. Bukti-bukti ilmiah mengarahkan tersangka dari kasus punahnya burung endemik ini adalah kucing.

Selain itu, Pete juga mengungkapkan pengalamannya ketika bekerja sebagai ahli ekologi satwa liar di Pusat Penelitian Lingkungan Smithsonian. Dia menemukan fakta soal 79 persen burung di pinggiran kota Maryland dibunuh oleh predator, utamanya kucing. Hal ini, dia identifikasi dari tanda-tanda burung yang mati, kepalanya putus dengan tubuh yang tidak dimakan. Sebagian besar burung mati di rahang kucing.

Selanjutnya
Halaman
1 2