Round-Up

Ironi Sekolah di Papua, Guru Kurang Malah Disandera

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 20:37 WIB
Pasukan TNI mengevakuasi para guru dari lembah Arwanop setelah disandera oleh kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) di Papua. Para guru sempat mendapatkan kekerasan selama penyanderaan.
Foto ilustrasi evakuasi guru yang disandera KKSB (Saiman)
Jakarta -

Papua sedang dibangun oleh pemerintah Indonesia, termasuk melalui pemerataan pendidikan. Guru-guru mengajar sampai penjuru Bumi Cenderawasih. Namun ada ironi di Distrik Tembagapura.

Ironi itu berwujud dalam horor penyanderaan terhadap tiga pahlawan tanpa tanda jasa. Tiga orang itu adalah guru Sekolah Dasar (SD) Baluni di Kampung Arwanop, Tembagapura, Mimika, Papua. Mereka sudah disandera sejak tiga hari lalu.

Pelaku penyanderaan adalah 50 orang Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kelompok Arwanop pimpinan Guspi Waker. Mereka adalah anak buah Ayub Waker yang telah meninggal.

Beruntung, nyawa tiga guru SD selamat. Terjaminnya keamanan tiga orang SD itu berkat jasa tokoh adat dan tokoh agama Kampung Arwanop.

"Tiga guru disandera dua hari, dan sudah dibebaskan oleh tokoh setempat, ketiganya sudah dievakuasi ke Timika menggunakan heli milik Polri," kata Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Kamis (27/2/2020).

Tiga hari di bawah ancaman tentu bukan situasi yang biasa-biasa saja. Kini ketiga guru tengah menjalani penyembuhan trauma psikologis.

"Untuk sementara kita amankan dan diberikan trauma healing. Kalau sudah tenang akan dilanjutkan pengambilan keterangan," tambah Era.