Bentuk Satgas Money Politics, Polri Akan Telusuri Sumber Dana Paslon Pilkada

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 18:34 WIB
Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo
Foto: Hanif Mustafad/detikcom
Jakarta -

Bareskrim Polri memerintahkan jajarannya kepolisian di daerah untuk membentuk Satgas Money Politics menjelang Pilkada Serentak 2020. Satgas tersebut ditugaskan menangani kasus politik uang dan menelusuri sumber dana peserta pilkada.

"Mulai dari sekarang bentuk Satgas Anti-Money Politics atau Satgas Money Politics untuk melakukan tracking, kira-kira para pasangan calon ini mencari sumber dana dari mana, tracking dari sekarang," kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo saat menutup Pelatihan Penanganan Tindak Pidana Pemilihan dan sistem Laporan Gakkumdu Pemilihan 2020 di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2020).

Listyo menyatakan tindakan politik uang itu diprediksi masih marak di pilkada 2020. Dia juga mengingatkan tindakan politik uang itu bisa ditangani menggunakan UU lain selain UU Pemilu.

"Sehingga ini sangat bermanfaat pada saat nanti rekan-rekan menghadapi proses di mana biasanya tren money politics ini akan akan dimainkan lagi. Jadi bisa diselesaikan dengan menggunakan tindak pidana yang lain silakan," ucapnya.

Dia juga mengingatkan adanya potensi konflik karena masalah politik, hukum dan SARA dalam pilkada. Tiga hal tersebut, menurutnya, bisa menyebabkan konflik horizontal.

"Kemudian beberapa penekanan yang ingin saya sampaikan bahwa potensi konflik pilkada tahun 2020 ini tentunya akan terus berlanjut, baik potensi konflik yang berasal dari politik karena adanya perbedaan dari masing-masing kelompok pasangan calon yang didukung oleh partai partai, konflik yang terjadi akibat permasalahan hukum ini juga akan muncul, konflik akibat isu SARA," ucapnya.

"Konflik tersebut tentunya akan memunculkan konflik horizontal, tentunya ini menjadi tantangan yang harus kita pecahkan," imbuh Listyo.

(abw/zlf)