Ini Penjelasan Soal Kejahatan Carding yang Menyeret Nama-nama Artis

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 13:14 WIB
Illustrasi Kartu Kredit
Foto: Ilustrasi kartu kredit (Rachman Haryanto)
Jakarta -

Artis Tyas Mirasih (TM) dan Gisella Anastasia (GA) akan diperiksa Polda Jawa Timur sebagai saksi dalam kasus kejahatan carding. Carding merupakan kegiatan berbelanja dengan cara membobol kartu kredit seseorang.

Sebagaimana diketahui, Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan membenarkan pemanggilan dua artis ini. Rencananya keduanya akan diperiksa Jumat (28/2).


Informasi yang dihimpun, kasus ini berawal dari sebuah akun di Instagram yang menjual tiket. Akun tersebut menawarkan promo tiket penerbangan hingga hotel. Tiket inilah yang diduga merupakan barang hasil carding.

Apa itu Carding?

Mengutip tulisan 'Kejahatan Carding' oleh S Sylviani, carding adalah sebuah ungkapan terkait aktivitas berbelanja online, sedang cara pembayaran transaksi tersebut dengan menggunakan kartu kredit orang lain, yang dalam hal ini adalah kartu kredit curian.

Artinya, para pelaku carding mencuri nomor-nomor kartu kredit dan tanggal expired datenya yang biasanya didapat dari hasil chatting dan lain-lain.

Ada beragam jenis kejahatan carding. Pertama, yakni misuse (compromise) of card data, yaitu berupa penyalahgunaan kartu kredit yang tidak dipresentasikan. Kedua, counterfeiting, yaitu pemalsuan kartu kredit. Kartu palsu sudah diubah sedemikian rupa seperti kartu asli. Carding jenis ini dilakukan oleh perorangan sampai sindikat pemalsu kartu kredit yang memiliki jaringan luas, dana besar dan didukung oleh keahlian tertentu.



Perkembangan counterfeiting saat ini telah menggunakan software tertentu yang tersedia secara umum di situs-situs tertentu (creditmaster, credit probe) untuk menghasilkan nomor-nomor kartu kredit serta dengan menggunakan mesin atau terminal yang dicuri dan telepon genggam untuk mengecek keabsahan nomor-nomor tersebut.

Ada pun yang ketiga adalah Wire Tapping, yaitu penyadapan transaksi kartu kredit melalui jaringan komunikasi. Dengan sistem ini jumlah data yang didapat sangat banyak, jumlah kerugian yang tinggi dan sampai saat ini belum ada buktinya di Indonesia.

Keempat, Pishing, yaitu penyadapan melalui situs website agar personal data nasabah dapat dicuri. Kasus yang pernah terjadi adalah pengubahan nama situs mobile banking dengan teknik peretasan khusus.


Selanjutnya
Halaman
1 2