3 Guru di Arwanop Disandera, Kodim Mimika Siapkan Personel untuk Mengajar

Saiman - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 12:51 WIB
Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Pio L Nainggolan (Saiman/detikcom)
Foto: Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Pio L Nainggolan (Saiman/detikcom)
Timika -

Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Pio L Nainggolan menyatakan telah mempersiapkan personel untuk mengajar di Arwanop pascakasus penyanderaan guru di SD Baluni di Arwanop. Saat ini kegiatan belajar mengajar di SD tersebut terhenti.

"Kami akan siapkan personel untuk mengajar sementara di sana, untuk mengajar SD maupun SMP Babinsa kami punya kemampuan," kata Letkol Pio kepada wartawan, Kamis (27/2/2020).

Ia menambahkan langkah ini merupakan solusi awal. Proses pendidikan untuk anak-anak harus terus berjalan.

Namun, Letkol Pio mengatakan belum ada kepastian soal pengerahan pasukan tambahan ke wilayah Arwanop. Kodim 1710 Mimika tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Belum ada penambahan pasukan, mereka (KKSB) kan bergerak terus, mungkin sudah pindah ke tempat lain atau bisa masih di sana," tambah Letkol Pio.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkomunikasi dan melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat di Arwanop. Pihak Kodim 1710 Mimika juga mengapresiasi tokoh adat dan agama yang telah membantu membebaskan tiga guru yang sempat disandera KKSB.

Sebelumnya, tiga guru SD Baluni di Arwanop disandera kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Arwanop. Namun, ketiganya telah dibebaskan oleh tokoh adat dan tokoh agama Kampung Arwanop Distrik Tembagapura, Mimika, Papua.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mengatakan ketiga guru SD itu disandera pada Selasa (18/2) lalu. Ketiganya disandera selama dua hari di balai desa. Setelah dibebaskan, ketiganya dievakuasi ke Timika. Saat ini ketiga guru saat ini menjalani trauma healing.

(jbr/jbr)