Pertamina Ajak Desa hingga Koperasi Buka Pertashop

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 11:46 WIB
Pertamina
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) membuka peluang kerja sama bisnis kemitraan Pertashop kepada Pemerintahan Desa, Koperasi, dan pelaku UKM di seluruh Indonesia. Kerja sama Pertashop tersebut diharapkan bisa mempermudah jangkauan Pertamina kepada masyarakat di pedesaan.

"Kerja sama bisnis Pertashop menawarkan proses yang mudah dan sederhana, sehingga target tersedianya outlet di seluruh wilayah Indonesia dapat terwujud secepatnya," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, dalam keterangan tertulis, Kamis (27/2/2020).

Pertashop adalah lembaga untuk menyalurkan pasokan BBM, LPG, dan produk lain dari Pertamina dalam skala kecil. Selain itu Pertashop juga memiliki 3 kategori yang membedakan dari segi kapasitas penyalurannya yakni Gold, Platinum dan Diamond.

Pertashop kategori Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi. Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 Km atau sesuai dengan hasil evaluasi. Untuk Platinum, berkapasitas penyaluran 1.000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU. Sementara kategori Diamond, berkapasitas penyaluran 3.000 liter per hari, memiliki tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 meter persegi dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

"Ini sejalan dengan program OVOO yakni One Village One Outlet yang dijalankan Pertamina untuk medistribusikan energi hingga ke perdesaan," ujar Fajriyah.

Fajriyah mengungkapkan, Pertamina akan memberikan dua skema kerja sama untuk para mitra yang mendaftar, yaitu skema investasi dengan mitra atau desa dan skema investasi Pertamina. Nantinya mitra yang mendaftar bisa mendapatkan keuntungan sepenuhnya jika menggunakan salah satu skema tersebut.

"Pada skema investasi dengan mitra, seluruh investasi, baik modal sarana dan infrastruktur maupun modal kerja disiapkan oleh mitra atau desa sehingga keuntungan pun menjadi hak mitra desa sepenuhnya," jelas Fajriyah.

Sekedar diketahui, Pertamina menargetkan dari 7.196 kecamatan di Indonesia, sebanyak 3827 kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur akan dibangun satu outlet Pertashop. Saat ini Pertamina telah menandatangani kerja sama dengan Kemendagri untuk kemudahan perizinan usaha dan pada tahap awal pilot project di beberapa desa yang ditunjuk dan selanjutnya akan dikembangkan di daerah lain yang membutuhkan.

(prf/ega)