Jubir soal Terdakwa Korupsi Rp 37 T Bawa-bawa Nama JK: Itu Masalah Perdata

Andhika Prasetia - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 10:57 WIB
Juru Bicara Wapres JK Husain Abdullah
Juru Bicara Wapres JK Husain Abdullah (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono, didakwa korupsi USD 2,7 miliar atau setara Rp 37,8 triliun (kurs Rp 14.000) dalam kasus PT TPPI. Raden Priyono mengaku melakukan tindakan penyelamatan PT TPPI pada 2008 atas perintah Wakil Presiden (Wapres) kala itu, Jusuf Kalla (JK).

"Kebijakan yang ditempuh saat itu untuk mengurangi impor BBM dan memanfaatkan TPPI yang merupakan industri petrochemical yang sahamnya mayoritas milik Pertamina," ujar jubir JK, Husain Abdullah, saat dihubungi detikcom, Kamis (27/2/2020).

Kebijakan yang dimaksud ialah bermula dari Rapat di Istana Wapres pada 21 Mei 2008. Agenda rapat adalah Pengembangan Pusat Industri Petrokimia Tuban, dengan tujuan khusus tentang pemanfaatan kapasitas produksi dan optimalisasi peran TPPI dalam penyediaan suplai BBM untuk kawasan Jawa Timur.

Rapat dipimpin oleh Wapres Jusuf Kalla dan dihadiri antara lain oleh Menteri ESDM Dirjen Anggaran, Dirjen Kekayaan Negara mewakili Menteri Keuangan RI, Dirut Pertamina, dan Kepala BPH Migas (bukan BP Migas). Tujuan pelaksanaan rapat tersebut membahas tentang permasalahan mengenai sektor migas, khususnya industri Hilir Migas.

Jadi Raden Priyono menjalankan kebijakan pemerintah.Jubir JK Husain Abdullah

Hasil rapat adalah perlu dilakukan langkah penyelamatan TPPI. BP Migas, Pertamina, dan PT TPPI agar menyelesaikan pembahasan mengenai skema bisnis yang saling menguntungkan bagi PT TPPI dan Pertamina termasuk harga jual minyak mentah/kondensat kepada PT TPPI.

"Jadi Raden Priyono menjalankan kebijakan pemerintah," kata Husain tegas.

Selanjutnya
Halaman
1 2