Round-Up

Heboh Satpol PP Demo Wali Kota Makassar karena TPP

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 05:02 WIB
Puluhan anggota Satpol PP Makassar berunjuk rasa di kantor Balai Kota Makassar akibat tidak mendapat tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) selama beberapa bulan.
Foto: Satpol PP Demo di Kantor Wali Kota Makassar 26 Februari 2020. (dok. Istimewa)
Makassar -

Puluhan anggota Satpol PP Makassar, Sulawesi Selatan, berunjuk rasa di kantor Balai Kota Makassar dan sempat menutup akses jalan. Satpol PP berdemo karena tidak mendapat tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) selama beberapa bulan.

"Ada poin-poin tertentu yang menyebabkan pengurangan gaji anggota saya, kami hanya minta keadilan, khususnya mereka yang tugas di lapangan, kami sudah tiga bulan tidak terima TPP," ujar Kasatpol PP Makassar Iman Hud dalam keterangannya pada wartawan, Rabu (26/2/2020).

Menurut Iman, akibat kesalahan teknis dari sistem kepegawaian Pemkot menyebabkan anggotanya mendapat pengurangan gaji dan tertundanya pemberian TPP selama 3 bulan pada sekitar 100 anggota Satpol PP yang sudah berstatus ASN.

Adapun jumlah Satpol PP di Pemkot Makassar sekitar 800 personel, yang sebagian besar berstatus pegawai honorer. Tugas mereka terbagi-bagi, bukan hanya berjaga di Balai Kota, tapi juga di beberapa lokasi lain yang terpaut dengan aset Pemkot Makassar.

"Seharusnya mereka diberikan haknya. Hak PNS itu kan mendapat penghidupan yang layak, setelah diberikan hak baru kita laksanakan kewajiban kami, jumlah 800 personel itu satu sistem, satu tidak bekerja yang lain juga tidak ikut," tambah Iman.

Audiensi yang dilakukan di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota juga sempat tegang. Iman Hud berdebat panas dengan salah seorang operator absen elektronik dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3