Keluarga soal Pemobil Teriak Kafir: Pernah Dirukiah Lalu Muntah Ulat

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 18:50 WIB
Baharuddin (45) , pria pengendara mobil diamuk massa usai menabrak puluhan pengendara motor di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Baharuddin, pengendara mobil yang menabrak puluhan motor sambil teriak kafir. (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Makassar -

Baharuddin diamuk massa karena menabrak puluhan motor sambil berteriak 'kafir' di Makassar. Keluarganya angkat bicara mengenai teriakan kafir tersebut.

"Memang dari dulu begitu, kalau kerasukan lagi kayak napandang orang semua kafir," ujar seorang sepupu istri Baharuddin, Nurhijrah alias Ira (23), kepada wartawan di RS Bhayangkara Polda Sulsel, Jl Andi Mappaoddang, Rabu (26/2/2020).

Baharuddin disebut keluarganya kerap mengamuk sejak remaja, alias sebelum menikah. Hingga sekarang, Baharuddin kerap menganggap semua orang kafir setiap kali dia mengamuk.

"Begitu terus. Kalau kambuh lagi, dia bilang 'mana itu semua kafir ka, mau kubunuh mau kupukul semua itu," ujar seorang keluarga Baharuddin lainnya, Yanti (35).

Yanti menceritakan, Baharuddin sudah berulang kali mengamuk dan menyerang warga di Jeneponto. Akibat kondisinya itu, Baharuddin juga telah berulang kali berobat, baik di rumah sakit jiwa maupun berobat secara syariah.

"Berulang kali mi juga itu dirukiah sama ustaz. Pernah dia itu dirukiah muntah-muntah keluar ulat dari mulutnya," ujar Yanti.

"Tapi begitu mi, sempat sembuh tapi dia ini kambuh lagi, berobat lagi, tidak lama kambuh lagi," sambung Yanti.

Diberitakan sebelumnya, Baharuddin memang telah tiga tahun belakangan dirawat oleh salah satu dokter psikiater di Makassar.

"Ternyata setelah kami mendalami, yang bersangkutan tiga tahun sebelumnya merupakan pasien salah satu dokter psikiater di Makassar," kata Karumkit RS Bhayangkara Polda Sulsel Kombes dr Farid Amansyah saat dimintai konfirmasi terpisah.

Namun, kata dr Farid, proses berobat yang selama ini dijalani Baharuddin tidak berjalan teratur. Alhasil, gangguan kejiwaan yang dialami Baharuddin justru menjadi akut.

"Jadi gangguan kejiwaan yang akut ini terjadi pada orang yang sudah lama berobat namun terputus sehingga bisa lagi bangkit episode-episode menjadi psikotik dan paranoid, tapi kami akan mendalami itu," katanya.

(tor/tor)