Kominfo Identifikasi 127 Hoax dan Disinformasi soal Virus Corona

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 18:39 WIB
Menkominfo Johnny G Plate
Menkominfo Johnny G Plate (Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) masih mendapati adanya hoax dan disinformasi soal virus Corona. Per hari ini, Kemenkominfo telah mengidentifikasi 127 hoax dan disinformasi yang beredar.

"Per hari ini, ada 127 isu hoax dan disinformasi," kata Menkominfo Johnny G Plate di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Johnny mengatakan hoax dan disinformasi itu di antaranya 'China ingin belajar agama Islam karena warga Islam bebas dari virus Corona'. Kemudian, hoax mengenai 'Virus Corona yang menular lewat gigitan nyamuk'.

"China ingin belajar agama Islam karena warga Islam bebas dari virus Corona. Ini disinformasi. Setelah ditelusuri, video tidak terkait dengan adanya virus Corona. Video yang beredar berasal dari kanal YouTube lion channel berjudul 'orang China mengajar tentang doa masyaallah' dan diunggah pada 12 Januari 2007, jauh sebelum virus Corona Covid dilaporkan pada Desember," tutur Johnny.

Johnny menjelaskan, WHO Western Pacific telah menjelaskan bahwa virus Corona tak menular lewat gigitan nyamuk, tetapi dari cairan tubuh seseorang yang terinfeksi.

"Ini kan nggak bener ini. Ini ada lagi virus Corona menular lewat gigitan nyamuk. Ini hoax. Faktanya informasi tersebut adalah salah. WHO Western Pasific melalui akun resminya menyatakan bahwa virus Corona tidak dapat ditularkan lewat gigitan nyamuk. Disebutkan pula secara umum virus Corona menyebar melalui cairan dari seseorang yang terinfeksi seperti saat mereka batuk dan bersin," sambung Johnny.

Selanjutnya
Halaman
1 2