HNW Sebut Peran Relawan Indonesia di Palestina Sesuai Amanah Pancasila

Akfa Nasrulhak - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 16:39 WIB
HNW
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengapresiasi warga Indonesia yang jadi relawan kemanusiaan dan menyuarakan pesan damai di Palestina. Seperti diketahui, rakyat Palestina menderita akibat pendudukan Israel yang berlarut-larut. Menurutnya, peran aktif para relawan ini sesuai dengan amanah Pancasila, terutama Sila Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, serta narasi dan jiwa Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

Dalam hal ini, Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 tegas menyampaikan tentang keberpihakan Indonesia pada segala bentuk perjuangan untuk meraih kemerdekaan dan menolak segala bentuk penjajahan.

"Penjajahan, dalam bentuk apapun akan mengakibatkan penderitaan bagi rakyat, sangat ditentang konstitusi Indonesia," kata HNW, dalam keterangan tertulis, Selasa (25/2/2020).

Hal itu disampaikannya usai berbincang dengan delegasi Nusantara Palestina Center (NPC) yang dipimpin Abdillah Onim, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Lebih lanjut HNW mengatakan Indonesia memiliki pengalaman pahit dengan mengalami beberapa kali penjajahan yang mengakibatkan penderitaan panjang ditanggung oleh rakyat. Oleh sebab itu, Indonesia sejak dulu hingga kini memiliki sikap tegas menolak segala bentuk penjajahan, termasuk penjajahan atau pendudukan Israel terhadap Palestina. Sikap tegas tersebut tertoreh dalam Pembukaan UUD 1945.

"Sikap tegas tersebut juga mengingatkan kita semua pada pernyataan Bapak Bangsa kita Bung Karno yang menyatakan Selama Israel menjajah Palestina, maka selama itu pula Israel adalah penjajah. Dan selama itu juga Indonesia tidak akan membuka hubungan dengan Israel," ungkapnya.

Menurut HNW, banyaknya warga Indonesia seperti Abdillah Onim yang 'mewakafkan' diri menjadi relawan kemanusiaan di Palestina, akan selalu mendapatkan penghormatan tulus dari rakyat Palestina. Sebab, aksi-aksi kemanusiaan para relawan itu sangat dinantikan dan dibutuhkan rakyat di sana. Seperti penyaluran bahan makanan, penyediaan tenaga medis, membangun rumah sakit, membangun sekolah, atau membantu anak-anak yatim dan yatim-piatu.

"Saya sendiri, alhamdulillah telah melihat langsung betapa rakyat Palestina sangat menghormati relawan Indonesia, saat masuk ke Palestina tahun 2010. Waktu itu, saya sebagai Ketua Badan Kerja sama Antar Parlemen DPR RI bersama Ketua DPR, Anggota Komisi I dan perwakilan beberapa LSM berkunjung dan meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Palestina, bantuan dari Kementerian Kesehatan dan sejumlah LSM tersebut," tambahnya.

Pada intinya, lanjut HNW, sudah sangat sewajarnya bila Indonesia memberikan perhatian yang lebih kepada Palestina.

"Saya, dalam berbagai kesempatan seperti di media-media sosial juga berkomunikasi langsung dengan Menlu maupun pejabat pemerintah lainnya, sering menyampaikan agar Indonesia lebih maju lagi dan lebih berani lagi agar lebih efektif dalam membela Palestina," ucapnya.

Apalagi, sekarang Indonesia kembali menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB, dan menjadi anggota Dewan HAM PBB. Tentu, Indonesia dapat lebih efektif dalam mengkomunikasikan sikapnya mengajak warga dunia untuk mendukung segala upaya dan proses menuju kemerdekaan melalui jalan damai serta menjaga jangan sampai ada pihak-pihak yang mengganggu jalannya upaya-upaya tersebut.

Abdillah Onim dalam kesempatan tersebut juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada HNW sebagai Pimpinan MPR yang memberikan dukungan positifnya kepada relawan asal Indonesia di Palestina.

"Kami sangat berterima kasih. Dukungan tersebut sebagai penyemangat kami untuk terus menjadi relawan kemanusiaan yang lebih baik lagi dan membawa harum nama Indonesia di mata dunia," ujarnya.

(akn/ega)