"Saya berharap seluruh masyarakat Sumatera Utara ikutlah menginput data di sensus penduduk online agar semua bisa terbantu. Masyarakat punya data yang tersimpan dan pemerintah punya data masyarakat," kata Ijeck di Medan, Selasa (25/2/2020).
Ijeck mengatakan proses pengisian data sensus online sebenarnya mudah. Dia juga meminta masyarakat tak khawatir terhadap keamanan data yang telah di-input ke situs sensus penduduk online.
"Mudah dan cepat kalau kita sudah mengerti. Ada password yang kita buat sendiri, jadi tidak semua orang bisa membuka," jelas Ijeck.
Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, menyebut kepala daerah memang menjadi sasaran utama dalam sensus penduduk online di Sumut. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan masyarakat agar ikut mengisi sensus penduduk.
"Kalau kepala daerah sudah mengisi, masyarakat sudah yakin," ujar Suhaimi.
Hingga saat ini, kata Suhaimi, ada 160 ribu warga Sumut yang sudah mengikuti sensus penduduk secara online. Sensus penduduk online ini akan dilakukan hingga 31 Maret 2020.
Selain secara online, sensus penduduk juga akan dilakukan secara manual pada Juli 2020. Hal ini dilakukan kepada masyarakat yang belum mengikuti sensus penduduk secara online. (gbr/gbr)











































