Cerita Dewas KPK Artidjo Hampir Tendang Kursi Pengusaha yang Coba Menyuapnya

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 14:23 WIB
Artidjo Alkostar (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Foto: Artidjo Alkostar (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar mengatakan kejujuran merupakan hal penting dalam upaya pemberantasan korupsi. Ia mengatakan kejujuran itu tidak diajarkan melainkan dihidupkan.

"Kejujuran tidak bisa diajarkan, tapi bisa dihidupkan, karena itu sudah diinstall oleh Allah SWT, hati yang bersih. Bagaimana cara menghidupkannya? Bergaullah kamu dengan orang bijak sehingga kejujuran akan tumbuh," ucap Artidjo di gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC), Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2020).

Hal itu disampaikan Artidjo saat menjadi pemateri dalam acara Diklat Persiapan Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi. Acara tersebut diikut oleh sejumlah penyuluh antikorupsi dari beberapa kementerian/lembaga.

Sebab, menurut Artidjo, korupsi merupakan penyakit batin. Karena itu, ia menggatakan untuk membersihkan penyakit itu harus memiliki hati yang bersih.

"Penyakit korupsi itu penyakit batin. Jadi untuk itu, supaya negara kita dihuni oleh orang yang hatinya bersih jernih, perlu saling mengingatkan," ujarnya.

Lalu Artidjo menceritakan pengalamannya ketika menjadi hakim agung di Mahkamah Agung (MA). Menurutnya, banyak orang mencoba melobinya agar dijatuhi hukuman yang ringan namun dia tidak mau terpengaruh.

"Banyak orang datang ke saya, Pak Artidjo yang lain sudah, loh apa ini? Ya tampangnya sih pengusaha dari Surabaya. (Saya bilang) detik ini Anda keluar, kalau tidak kursi Anda saya terjang atau saya suruh tangkap. Keluar dia," kata Artidjo menceritakan pengalamannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2