Ini Alasan Pemerintah Akan Observasi WNI ABK World Dream di Pulau Sebaru

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 18:41 WIB
Menkes Terawan Agus Putranto (Andhika Prasetia/detikcom)
Menkes Terawan Agus Putranto (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah memilih Pulau Sebaru sebagai tempat observasi 188 WNI anak buah kapal (ABK) World Dream. Apa alasannya?

"Ini pulau kosong tapi perlengkapannya luar biasa, termasuk mata air, sumber air ini semua luar biasa dan gedungnya juga terpisah-pisah. Jadi memang seperti direncanakan kita dapat berkah, kita buat evakuasi, observasi enak," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto usai Rakor Tingkat Menteri di Kemenko PMK, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Terawan mengatakan sudah mengecek langsung lokasi observasi bersama Menko PMK Muhadjir Effendi pada Minggu (23/2). Dia memastikan pulau yang akan menjadi tempat observasi 188 WNI ini aman.



Kepastian keamanan tersebut, lanjut Terawan, membuat pemerintah memindahkan tempat observasi yang sebelumnya berada di Natuna. Dia juga memastikan proses sosialisasi kepada warga setempat terkait rencana observasi ini telah dilakukan pemerintah melalui Bupati Kepulauan Seribu.

"Ya kalau ada tempat safety-nya lebih tinggi yang dipilih kan itu. Dan itu kebetulan dikelilingi oleh pulau-pulau yang lain dan untuk kapal di sana nggak sembarangan bisa merapat perlu kapal khusus. Jadi untuk observasi lebih nyaman dan lebih save juga," ujarnya.

"Sudah dilakukan sosialisasi oleh Pak Bupati Kepulauan Seribu sudah mereka lakukan. Karena mereka lihat sama saja seperti di Natuna, enjoy. Dan kebetulan mereka (WNI) juga sudah dapat sertifikat sehat 14 hari di kapal, tinggal observasi 14 hari di sini," lanjut Terawan.



Ditemui di Kemenko PMK, Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad mengamini apa yang disampaikan oleh Menkes Terawan. Dia menjelaskan pulau kosong tersebut berjarak jauh dari permukiman warga dan memiliki perlengkapan yang memadai untuk keperluan observasi.

"Pulaunya pulau kosong dan jauh dari permukiman dan dikelilingi oleh pulau-pulau kosong lainnya. Di sana ada bangunan dulu digunakan untuk rehabilitasi korban pecandu narkoba. Jadi seperti yang disampaikan Pak Menteri, fasilitas di sana memang memadai," sebut Husein.

(idn/idn)