Pimpinan MPR: Sejarah Buktikan, Hanya NKRI yang Sesuai bagi Bangsa

Akfa Nasrulhak - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 18:05 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengatakan kemajemukan yang dimiliki Indonesia ibarat pisau bermata dua, bisa menguntungkan dan bisa juga merugikan. Tinggal bagaimana generasi muda melihat tantangan tersebut.

Namun, selama bangsa Indonesia menganggap bahwa NKRI adalah harga mati, niscaya keberagaman yang ada di Indonesia akan menjadi kelebihan bangsa Indonesia, dibanding negara-negara lain di dunia.

"Sejarah membuktikan, hanya NKRI sajalah yang sesuai bagi bangsa Indonesia. Karena selain itu, baik liberalisme maupun komunisme, semuanya hancur, tidak bisa bertahan di Indonesia," kata Syarief dalam keterangan tertulis, Senin (24/2/2020).

Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana bangsa Indonesia, termasuk generasi muda ikut menerapkan Pancasila. Pancasila harus menjadi panduan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya berhenti pada jargon-jargon yang sudah sering diucapkan berbagai pihak.

Hal itu disampaikannya saat melakukan pemukulan gong penanda dibukanya Olimpaide PPKn ke-9 Universitas Riau (Unri) tahun 2020 yang berlangsung di Ruang Serba Guna FKIP Unri. Dalam kesempatan itu, Syarief menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Olimpiade PPKn di UNRI yang sudah memasuki pelaksanaan ke-9. Pelaksanaan Olimpiade ke 9, ini menunjukkan kesungguhan Universitas Riau dalam memasyarakatkan Pancasila.

"Saya yakin, tidak mudah melaksanakan olimpiade PPKn hingga ke 9 seperti sekarang ini. Mudah-mudahan, pelaksanaan olimpiade ini, membantu generasi milenial untuk lebih mengenal dan memahami nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila," kata Syarief.

Sebagai informasi, Olimpiade PPKn UNRI ke 9 tahun 2020, ini diikuti 962 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar SLTA. Olimpiade, ini akan berlangsung pada 24-29 Februari 2020. Sedangkan, tema yang ambil dalam kegiatan tersebut, adalah Merajut kebinekaan dan persatuan kesatuan di kalangan milenial.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Riau Brigjen (purn) TNI Edi Natar Nasution, Wakil Rektor III Universitas Riau Prof Iwantono, dan dekan FKIP Unri Prof Mahdum.

(akn/ega)