Masuk Bursa Capres 2024 di Survei, Mahfud: Terlalu Prematur, Jadi Hiburan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 17:52 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md
Menko Polhukam Mahfud Md (Kadek Melda/detikcom)
Jakarta -

Nama Menko Polhukam Mahfud Md masuk survei kandidat calon presiden (capres) 2024 lembaga survei Indo Barometer. Mahfud mengatakan hasil survei itu masih prematur.

"Kalau hasil survei, itu saya ndak begitu tertarik ya untuk membahasnya. Kan survei itu macem-macem juga ya, saya bisa membuat survei juga sendiri. Ada orang lain buat survei hasilnya begini, yang lain lagi begini, itu kadang kala survei itu untuk hiburan aja bukan untuk diseriusi bagi saya survei-survei itu, apalagi sekarang terlalu prematur," Kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Mahfud mengaku tidak mengetahui masuk urutan berapa dalam survei tersebut. Dia juga mengaku tidak tertarik pada survei itu.

"Jadi saya tidak tahu sebenarnya saya ini masuk di ranking berapa, bahkan masuk atau tidak pun saya tidak tahu karena saya tidak ingin tahu juga. Kalau Anda bilang saya masuk ke ranking sekian ya saya juga tidak tertarik untuk membahasnya," ujarnya.


Menurutnya, yang terpenting adalah fokus melaksanakan tugas sebagai Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan. Dia ingin semua tugas yang diemban tuntas sesuai dengan visi-misi yang diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Yang penting tugas saya itu sekarang bagaimana melaksanakan, apa namanya, tugas yang diberikan oleh presiden di bidang penegakan hukum yang ternyata tidak mudah tetapi harus dihadapi. Di bidang penuntasan perlindungan HAM dan penuntasan kasus-kasus HAM yang direkomendasikan oleh Komnas HAM. Kemudian pemberantasan korupsi, tentu saja, dan deradikalisasi. Saya ke situlah yang diamanatkam oleh presiden," ujarnya.

Dia pun tidak ingin mendalami dan menganilsis lebih jauh hasil survei itu. Baginya, survei-survei tersebut hanya sebagai hiburan.

"Soal survei bisa jadi hiburan kadang kala tetapi saya tidak ingin mendalaminya, menganalisis, ini kok angkanya begini, kadang kala jadi hiburan iya juga nggak apa-apa," pungkasnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2