Sudah Ada Ketua Terpilih, Musda Golkar Sumut Diduga Langgar Prosedur AD/ART

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 15:44 WIB
Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia membuka Musda X Golkar Sumut (Ahmad Arfah/detikcom)
Foto: Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia membuka Musda X Golkar Sumut (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Musyawarah daerah Golkar Sumatera Utara (Sumut) digelar hari ini dan dibuka oleh Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia. Namun ternyata, DPP Golkar sudah memutuskan dan memberi mandat ke Waketum Azis Syamsuddin untuk membuka Musda Golkar Sumut. Lalu, apakah Musda hari ini sah?

"Secara hasil rapat tadi malam mandat ketua umum diberikan kepada saya sehingga secara mekanisme harusnya saya yang membuka. Tadi kenapa dibuka oleh saudara Doli ya saya nggak tahu. Di mata DPP belum ada rangkaian musda. Karena belum dibuka oleh DPP," ucap Azis, Senin (24/2/2020).

Azis mengatakan nantinya dia akan datang ke Medan membuka musda sesuai mekanisme yang ada. Namun, Azis belum memastikan kapan dia akan membuka Musda tersebut.

"Nanti kita perbaiki secara internal. Kita akan adakan secara mekanisme yang benar," ucapnya.

Selain itu, Azis juga buka suara soal informasi adanya diskresi dari Ketum Airlangga Hartarto kepada Wagub Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) untuk menjadi calon ketum Golkar Sumut. Meski tak menjawab lugas, Azis mengatakan akan menyampaikan hal itu jika sudah membuka Musda Golkar Sumut secara resmi.

"Nanti, saya tidak etis mengungkapnya dalam forum yang belum saya buka. Nanti saja kalau saya sudah buka, saya sampaikan," tuturnya.

Ketua DPP Golkar Meutya Hafid juga menyebut mandat dari Airlangga untuk membuka Musda Golkar Sumut sebenarnya diberikan ke Azis. Dia juga mengatakan mendengar ada diskresi dari Airlangga untuk Ijeck.

"Ketua Umum telah menunjuk wakil ketua Umum (bidang) Keamanan, Azis Syamsuddin. Terkait dengan Musda tentu DPD harus berkomunikasi dengan DPP. Musda baru resmi dan sah jika dibuka oleh utusan DPP yang membawa mandat. Saya dengar dari Pak Azis sebagai yang ditunjuk Ketua Umum untuk Musda Sumut, demikian (ada diskresi)," ucap Meutya.

Selain itu, Ketua Bidang Hukum Partai Golkar Adies Kadir mengatakan pihaknya sudah memantau semua musda, termasuk Musda Sumut. Nantinya, Mahkamah Partai Golkar akan mengkaji ada tidaknya pelanggaran yang terjadi.

"Nanti kami akan menelaah dulu apakah ada pelanggaran Prosedur AD/ART yang dilanggar. Kami juga menunggu dan akan melihat surat mandat dari DPP kepada siapa surat mandat Ketua Umum di berikan. Ketua Umum Bapak Airlangga Hartarto selalu berpesan agar seluruh musda di daerah sesuai dengan arahan DPP dan AD/ART partai," tutur Adies Kadir.

Musda Golkar Sumut digelar di Hotel JW Marriot Medan dan dibuka Waketum Ahmad Doli Kurnia yang juga Plt Ketua Golkar Sumut. Musda juga sudah memilih Yasyir Ridho sebagai ketua Golkar Sumut secara aklamasi.

(jbr/tor)